• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kesadaran Membaca Anak Masih Kurang 

by BontangPost
1 September 2018, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Hetifah Sjaifudian

Hetifah Sjaifudian

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Meskipun telah berada di abad 21, nyatanya kesadaran anak dalam membaca semakin tergerus oleh zaman. Selain dikarenakan semakin majunya teknologi, banyaknya literasi yang menjenuhkan membuat masyarakat khususnya anak-anak semakin malas untuk mebaca.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hertifah Sjaifudian mengatakan, budaya literasi di Kaltim terbilang lumayan bila dibandingkan daerah-daerah lainnya. Meski begitu, ia memandang, lemahnya budaya membaca dikarenakan anak-anak kekurangan role model.

Menurutnya, role model biasanya berasal dari orang dekat atau yang biasa mengayomi seperti guru dan orang tua. Padahal, di masa-masa pertumbuhan seperti anak Sekolah Dasar (SD) hal tersebut sangatlah penting.

“Kalau guru atau orang tua tidak terlalu suka membaca, otomatis itu juga akan mempengaruhi anak-anak. Kemudian, terbatasnya bahan bacaan yang menyenangkan. Karena tak jarang bahan bacaan itu memang ada namun tidak update. Isinya juga tidak sesuai dengan minat,” kata dia.

Baca Juga:  Jaang: Dia Sosok Rendah Hati 

Yang menjadi permasalahan lainnya, kata dia, Kaltim memang memiliki hambatan di letak geografis. Sementara, buku itu bentuk fisiknya berat kalau dibandingkan e-book.

Ia pun menyontohkan, misal, kalau di luar negeri, banyak terbit buku-buku bergambar interaktif digital yang dapat menggerakkan minat anak-anak. Sedangkan di Kaltim, memang kekurangan bahan bacaan interaktif yang menarik terutama anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan seperti anak SMP.

Bahkan, ia menuturkan, walaupun literatur bacaan tersedia, terkadang tidak sesuai dengan usia anak. Makanya, perlu ada tahapan untuk menyediakan buku sesuai dengan usia anak-anak.

“Kalau untuk yang dewasa ada, yang untuk anak-anak PAUD (pendidikan anak usia dini) juga ada. Namun, yang untuk remaja yang malah  tidak ada. Padahal, mereka dalam masa transisi dan penting sekali untuk mendapat bahan bacaan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga:  Kecamatan Minta Alat Pencetak KTP-el Dikembalikan 

Selain itu, yang patut dikhawatirkan adalah mudahnya akses internet di kalangan anak-anak sekolah. Pasalnya, anak-anak seperti ini rentan terjebak di dark social karena lemahnya kesadaran untuk mencari literatur dengan sumber yang jelas.

Sehingga, tak jarang anak-anak terjebak dalam berita hoaks. Masalahnya, sekira lima puluh persen masyarakat terkadang tidak paham dengan apa yang ia baca.

“Karena yang kerap terjadi, mereka membaca berita secara instan. Melalui unggahan di media sosial seperti Whatshapp dan sebagainya. Jarang mereka langsung mau membuka link-link berita. Makanya rawan berita hoaks karena mengandalkan dari teman yang mana teman itu juga tidak tau sumbernya dari mana,” tutur dia.

Kendati demikian, ia menilai, sebenarnya akses internet juga dapat membawa dampak positif jika dipergunakan dengan baik. Sebab, membaca tidak selalu harus mengandalkan buku fisik. Banyak e-book yang tersebar di internet dan dapat diakses secara gratis.

Baca Juga:  Stok Berkurang, Harga Bawang Merangkak Naik 

“Kalau menjadi anggota perpustakaan, kita bisa mengakses berbagai macam jurnal. Tidak masalah. Namun untuk Kaltim belum sampai ke situ. Tapi yang saya lihat perpustakaan kita sudah mulai bagus. Hanya perlu dilengkapi dengan berbagai aktifitas positif lainnya. Jadi perpustakaan tidak hanya berisi rak dan bukunya,” ucapnya.

Penambahan aktifitas ini, misal dengan melakukan kegiatan story telling, diskusi, bedah buku, dan lain-lain. Ia juga menyarankan agar komunitas gerakan literasi perlu ditingkatkan. Peran pemerintah juga sangat penting untuk mendorong reformasi literasi dan taman bacaan lainnya.

“Terutama tentang kearifan lokal, perlu ditingkatkan juga. Karena di Kaltim sangat kurang penulis menggali cerita rakyat mengenai kebudayaan kita. Padahal hal seperti ini penting, apalagi jika dikemas sebaik mungkin untuk menarik minat pembaca,” pungkasnya. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Hertifah Sjaifudianmembaca\Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pasokan Berkurang, Harga Ikan Laut Makin Mahal 

Next Post

Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Bandara Terus Digenjot 

Related Posts

8 Cara Sederhana Bagi Orang Tua Agar Buah Hati Gemar Membaca
Ragam

8 Cara Sederhana Bagi Orang Tua Agar Buah Hati Gemar Membaca

28 Januari 2020, 12:30
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.