“Seharusnya taat aturan. Ini menjadi budaya buruk. Baik pileg, Pilbup, Pilgub, maupun Pilpres tak banyak yang mau menurunkan alat peraga sendiri. Akhirnya Satpol lagi yang turun tangan,” ARDI — WARGA SANGATTA UTARA
SANGATTA- Warga Kutim menilai pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kaltim, masih memiliki tingkat kesadaran rendah.
Warga sebut, meskipun sudah diperingatkan untuk menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) masing-masing, namun tak sedikitpun digubris.
APK mereka masih bertebaran dimana-mana. Hingga akhirnya sejak Jumat (24/2) lalu, Panwaslu, KPU, dan Satpol PP menurunkan paksa APK mereka.
“Seharusnya taat aturan. Ini menjadi budaya buruk. Baik pileg, Pilbup, Pilgub, maupun Pilpres tak banyak yang mau menurunkan alat peraga sendiri. Akhirnya Satpol lagi yang turun tangan,” ujar Ardi warga Sangatta Utara.
Seharusnya, sebagai calon yang baik, mereka dapat menurunkan APK masing masing secara tertib.Tanpa harus di turunkan paksa.
“Memang calonnya enggak mungkin turun langsung. Kan ada timses, simpatisan. Mereka yang pasang, mereka juga yang turunin. Bukan dibiarkan begitu saja,” katanya.
Dikatakan Ketua Panwaslu Kutim, Andi Yusri semua APK sudah diturunkan secara adil. Tak satupun yang tersisa.
Dari data baliho yang diamankan, total seluruhnya ialah 339 APK. Baik berupa sepanduk, baliho, kalender, umbul umbul, dan banner.
Dari empat paslon tersebut, paling terbanyak ialah pasangan Rusmadi-Safaruddin dengan total 252 APK, kemudian, Isran-Hadi, 58 APK, Jaang-Ferdian, 16 APK, dan Sofyan-Nusyirwan, 13 APK.
“Kami sudah menurunkan bahan kampanye maupun alat peraga kampanye paslon gubernur yang sudah terpasang yang tidak sesuai dengan peraturan KPU No.4 Tahun 2017 tentang kampanya,” katanya. (dy)







