• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kisah Nia yang Diduga Mengidap Tumor: Lima Tahun Menahan Sakit, Perut Membengkak Seperti Hamil

by M Zulfikar Akbar
5 November 2019, 16:42
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kondisi tubuh Nia harus mendapatkan perawatan medis akibat tumor di salah satu bagian tubuhnya. (prokal)

Kondisi tubuh Nia harus mendapatkan perawatan medis akibat tumor di salah satu bagian tubuhnya. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Nia, warga Jalan Pipa Gunung Kusnodo, Teluk Pandan, Kutai Timur harus terbaring di Ruang Melati RSUD Taman Husada Bontang. Ia diduga menderita tumor. Sebab bagian perutnya membengkak seperti perempuan hamil trimester ketiga.

Kepada Awak Kaltim Post (induk Bontangpost.id), Nia mengaku Minggu (3/11/2019) malam hari mengalami sesak nafas. Ditambah sakit di bagian perutnya dan nyeri ulu hati. Tak hanya itu, cairan pun dikeluarkannya dari rongga mulut.

“Saya langsung di bawa ke sini (RSUD Taman Husada) menggunakan ambulan,” kata Nia.

Baca juga: Tak Ada Jaminan Kesehatan, Wanita Pengidap Tumor Perut ini Butuh Biaya Pengobatan

Rasa sakitnya ini sudah dialami sejak lima tahun belakangan. Namun, puncak parahnya ketika awal tahun ini. Sebelumnya, perawatan klinis pun tidak dilakukan. Ia lebih memilih berobat secara herbal.

“Awalnya tidak tahu sakitnya apa. Ketiga di USG di salah satu rumah sakit swasta di Bontang terdeteksi di bagian perut tidak ada ruang. Melainkan penuh cairan,” bebernya.

Baca Juga:  RSUD Bontang Isolasi Dua Pasien Dalam Pengawasan Virus Korona

Saat itu dokter menyarankan untuk dioperasi. Sayangnya, perempuan ini memilih mengabaikan arahan tersebut. Dengan alasan terkendala dengan biaya. Keadaan diperparah dengan identitas Nia yang tidak jelas.

Sebelumnya, Nia tercatat sebagai warga Jayapura, Papua. Karena mengikuti suami yang bekerja di kota tersebut. Akan tetapi, tiga tahun belakangan ia harus balik ke kota tempat kelahirannya ini. Lantaran ia bercerai dengan suaminya.

Pencabutan identitas pun dilakukan dengan meminta surat pindah. Keterangan itu pun diurus sejak April lalu. Melalui jasa perantara. Namun, ketika hendak mendaftarkan diri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur, ia menemui kendala. Identitas di Papua masih terekam.

“Saya sempat melakukan perekaman di Sangatta tetapi data tidak muncul. Dijelaskan masih ada identitas di sana yang belum dicabut,” tuturnya.

Baca Juga:  Cuma Sekali Pakai, Alat Pelindung Diri Terbatas, Diskes Bontang Minta Tambahan

Pengurusan ini pun menguras kantongnya. Total dana Rp 1 juta lebih lenyap untuk membayar jasa perantara. Mengingat kondisi fisiknya tidak memungkinkan jika harus mengurus sendiri. “Sebenarnya ada niatan saya mengurus. Tetapi kendalanya banyak,” keluh dia sambil tersungkur di ranjang.

Kini, ia menanti uluran tangan dari donatur yang peduli kondisi fisiknya. Petugas medis RSUD Taman Husada pun menyarankan untuk melakukan pemeriksaan tumor di salah satu rumah sakit swasta di Kota Taman. Pemeriksaan itu membutuhkan biaya Rp 600 ribu. Selanjutnya, Nia wajib dirujuk ke salah satu rumah sakit di Samarinda.

“Saat ini saya bingung tidak ada jaminan kesehatan. BPJS tidak punya. Tadi ada yang memberi bantuan Rp 500 ribu. Tetapi pembayaran di RSUD ini belum tahu juga habis berapa. Dua kantong darah sejak satu hari ini telah disalurkan ke tubuh saya,” pungkas ibu dari dua anak ini.

Baca Juga:  Bontang Terima Rp13 Miliar dari Kemenkes, Gedung C RSUD Taman Husada Belum Disetujui

Sementara, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Taman Husada drg Toetoek Probadi Ekawati mengatakan pasien saat ini ditangani oleh pihak rumah sakit. Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam kondisi emergency, rumah sakit dilarang untuk menolak pasien.

“Untuk diagnosa saya belum mengetahui secara pasti,” kata Toetoek.

Berkenaan dengan pasien belum mempunyai jaminan kesehatan, manajemen RSUD telah menginformasikan kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM). Untuk mengalokasikan anggaran untuk pasien ini. “Karena fakir miskin dan anak terlantar bunyinya di Undang-undang harus ditanggung oleh negara,” ucapnya.

Jika ada legalistas pasien merupakan penduduk Kutai Timur, maka manajemen rumah sakit dapat menagih ke Pemkab Kutim. Menurutnya, jika tidak memiliki KTP maka masuk dalam kategori penduduk terlantar.

“Nanti kewenangan Dissos-PM mau bagaimana kami pasrahkan kepada mereka. Kami terpenting menangani pasien terlebih dahulu,” pungkasnya. (*/ak/prokal)

Tags: rsud bontangtumor perut
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Buron Sebulan, Pemodal Tambang Ilegal di Ring I IKN Ditangkap di Surabaya

Next Post

Pesut Mahakam Semakin Terancam, YK-RASI Usul Pembentukan Kawasan Konservasi Perairan

Related Posts

Bontang Terima Rp13 Miliar dari Kemenkes, Gedung C RSUD Taman Husada Belum Disetujui
Bontang

Bontang Terima Rp13 Miliar dari Kemenkes, Gedung C RSUD Taman Husada Belum Disetujui

27 Oktober 2026, 11:30
RSUD Taman Husada Bontang Butuh Rp500 Miliar untuk Bangun Gedung C
Bontang

RSUD Taman Husada Bontang Butuh Rp500 Miliar untuk Bangun Gedung C

15 Oktober 2026, 13:00
Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub
Bontang

Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub

29 September 2026, 13:00
Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Bontang Diundur, Berlaku Mulai 1 September
Bontang

Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Bontang Diundur, Berlaku Mulai 1 September

7 Agustus 2026, 09:00
RSUD Taman Husada Matangkan Retribusi Parkir, Pasien dan Karyawan Dipastikan Gratis
Bontang

RSUD Taman Husada Matangkan Retribusi Parkir, Pasien dan Karyawan Dipastikan Gratis

24 Juli 2026, 10:30
Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK, Parkir RSUD Bontang Resmi Berbayar Mulai Agustus
Bontang

Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK, Parkir RSUD Bontang Resmi Berbayar Mulai Agustus

8 Juli 2026, 08:30

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.