SANGATTA – Tampaknya DPD KNPI di Kaltim satu suara menolak Calon Gubernur (Cagub) dari luar. Termasuk DPD KNPI Kutim.
Besar dugaan, penolakan ini bergulir setelah santernya mantan Gubernur Jakarta Djarot Saifullah Hidayat akan bertarung merebut kursi Gubernur Kaltim.
Bukan mustahil. Pasanya, politisi PDI perjuangan tersebut saat ini dinobatkan sebagai Plt Ketua DPD PDIP Provinsi. Bahkan dikabarkan sudah berdomisili di Samarinda.
Pastinya, penolakan ini bukan hanya diperuntukkan bagi mantan pasangan Ahok tersebut, akan tetapi semua calon yang berasal dari luar daerah.
“Menolak cagub dari luar Kaltim, merupakan salah satu hasil keputusan rakor KNPI se – Kaltim yang diadakan pada tanggal 28 Oktober 2017 di Kutai Barat,” ujar Ketua DPD KNPI Kutim, Munir Perdana.
KNPI Kutim termasuk di dalamnya untuk menyuarakan penolakan tersebut. Bukan tanpa alasan. Ada beberapa pertimbangan lahirnya penolakan tersebut.
Pertama, dikhawatirkan akan melahirkan ketimpangan kepemimpinan. Kemudian, diyakini tidak akan memahami kondisi Kaltim dan terpenting masih banyak calon dari Kaltim yang jauh berkompetensi.
“Jadi pada saat itu di hadiri 10 DPD KNPI kabupaten dan kota. Termasuk KNPI Kutim. Jadi apa yg disampaikan KNPI Kaltim adalah refresentasi dari seluruh DPD KNPI yang ada di Jaltim,” jelas Munir.
Sebelumnya, Plt DPD KNPI Provinsi Arif Rahman Hakim menyatakan sikap tegas jika menolak calon gubernur yang berasal dari luar Kaltim. (dy)







