• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kuliner Bontang Makin Bergairah, Pajak Makan-Minum Sudah Rp15,38 Miliar

by Redaksi Bontang Post
13 Agustus 2026, 12:00
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Pajak makan-minum Bontang mencapai Rp15,38 miliar hingga semester I 2026. Bapenda menilai bisnis kuliner masih menjanjikan dan berpotensi tumbuh.

Pajak makan-minum Bontang mencapai Rp15,38 miliar hingga semester I 2026. Bapenda menilai bisnis kuliner masih menjanjikan dan berpotensi tumbuh.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Sektor makanan dan minuman masih menjadi salah satu penopang penerimaan pajak daerah Bontang. Hingga semester pertama 2026, realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan/atau minuman telah mencapai Rp15,38 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang Natalia Trisnawati mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bisnis kuliner di Kota Taman masih memiliki prospek yang cukup baik.

“Makan minum masih menjanjikan,” kata Natalia.

Berdasarkan data target dan realisasi pajak daerah hingga Triwulan II 2026, PBJT makanan dan/atau minuman ditargetkan sebesar Rp31,36 miliar sepanjang tahun.

Hingga akhir semester pertama, penerimaan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp15.385.270.189 atau 49,06 persen dari target tahunan.

Dengan capaian tersebut, sektor makanan dan minuman masih harus mengejar sekitar Rp15,98 miliar untuk memenuhi target hingga akhir 2026.

Menurut Natalia, hampir tercapainya separuh target dalam enam bulan pertama menunjukkan aktivitas usaha kuliner di Bontang masih bergerak. Hal itu turut didukung dengan mulai masuknya sejumlah jaringan franchise ke Kota Taman.

Natalia menyambut positif bertambahnya jaringan usaha tersebut. Menurutnya, kehadiran franchise tidak hanya menunjukkan Bontang masih memiliki pasar, tetapi juga berpotensi memperluas basis wajib pajak daerah.

“Pokoknya saya senang sekali kalau franchise masuk. Mudah-mudahan buka banyak franchise di sini,” ucapnya.

Sejumlah gerai seperti Kopi Kenangan, Tomorrow hingga Roti-O disebut mulai meramaikan pasar kuliner Bontang.

Bagi Bapenda, keberadaan jaringan franchise juga memiliki keuntungan dari sisi administrasi perpajakan. Sebab, usaha yang dikelola secara jaringan umumnya telah memiliki sistem administrasi dan kewajiban perpajakan yang ditetapkan oleh manajemen pusat.

“Kalau franchise itu dari pusat sudah terpola dan dia otomatis disuruh bayar pajak. Memang sudah dari atas,” tutur Natalia.

Secara keseluruhan, realisasi PBJT Bontang hingga semester I 2026 mencapai Rp41,14 miliar atau 50,11 persen dari target Rp82,09 miliar.

Selain sektor makanan dan minuman, penerimaan PBJT juga berasal dari tenaga listrik, jasa perhotelan, jasa parkir, serta jasa kesenian dan hiburan.

Natalia berharap geliat usaha kuliner tetap bertahan hingga akhir tahun. Bertambahnya restoran, kafe, gerai makanan dan jaringan franchise dinilai dapat memperkuat penerimaan pajak sekaligus mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang. (ak)

Tags: pajak makan minum
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun Empat Truk di Jalan Poros Bontang

Next Post

Dua ASN Pemkot Bontang Dipecat Usai Terjerat Korupsi Bimtek Dishub

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.