bontangpost.id – Memasuki masa liburan Natal dan tahun baru (Nataru), angka kunjungan wisatawan di Pulau Beras Basah mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang pada akhir pekan lalu berjumlah 673 wisatawan.
Puncaknya terjadi pada Sabtu (19/12/2020). Jumlah pengunjung mencapai 366 orang. Terdiri dari 284 wisatawan lokal, 48 warga Samarinda, 22 warga Kutim, dan 12 dari Balikpapan. Sehari kemudian angkanya sedikit mengalami penurunan yakni 307.
Kepala BPBD Bontang Ahmad Yani mengatakan terdapat peningkatan angka kunjungan di destinasi ini. Namun angkanya masih tergolong normal. “Biasanya saat akhir pekan jumlah kunjungan berkisar 200 orang,” kata Yani.
Dijelaskan dia, BPBD rutin melakukan patroli di obyek wisata itu. Imbauan gencar disampaikan kepada pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari pelabuhan pemberangkatan, di lokasi wisata, hingga saat pulang menyeberang.
“Pengumuman terus kami lakukan melalui alat pengeras suara selama wisatawan beraktivitas,” ucapnya.
Menurutnya pembatasan pengunjung tidak dilakukan. Pun dengan pengaturan waktu supaya tidak terjadi kerumunan.
“Kami hanya sebatas mengimbau. Tidak ada pemberian sanksi karena tupoksinya bukan di kami,” tutur dia.
Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bambang Cipto Mulyono membenarkan sulit melakukan pengaturan pengunjung. Berkenaan dengan pembatasan kapasitas destinasi sebesar 50 persen dari kondisi normal.
“Ini terkendala karena tidak ada petugas yang disiagakan di sana (Beras Basah),” kata Bambang.
Langkah hanya sebatas imbauan untuk mematuhi prokes. Menurutnya masyarakat harus sadar akan kebijakan itu. Ditambah tidak adanya pemeriksaan sebelum masuk destinasi wisata.
“Sebenarnya pengawasannya di dermaga. Awak kapal harus diingatkan untuk prokes,” ujarnya.
Disinggung terkait tidak ditempatkannya petugas di dermaga, ia mengaku memiliki jumlah sumber daya manusia terbatas. Apalagi penyeberangan tidak bertumpu satu titik. Pengunjung bisa berangkat dari dermaga di Berbas, Tanjung Laut Indah, Tanjung Limau, Bontang Kuala, dan Loktuan.
“Ada beberapa pintu juga permasalahannya,” terangnya.
Dispopar telah mengeluarkan kebijakan bagi pengunjung untuk tidak menginap di Beras Basah. Hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jika ada yang melanggar, nanti akan diserahkan ke Satgas Penanganan Covid-19.
“Intinya kami tidak melakukan penutupan tempat wisata selama Nataru ini,” pungkasnya. (*/ak)






