Tanpa Target, Berhasil Borong 6 Medali Emas
SANGATTA – Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kutim berhasil menjadi juara umum Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IODI Kaltim, di Gedung Kristiani Center, Kutai Timur (Kutim), Minggu (26/11) kemarin.
Keberhasilan tersebut berkat mengumpulkan 7 medali, di antaranya 6 medali emas dan 1 medali perak. Untuk emas, 3 medali berhasil disumbangkan pasangan Aldo Revanza Lieauanto (13) dan Zhievana Awania Ishinta (9), dari nomor lomba Novice Latin, Fifa Rumba Latin, dan Jive Latin. Kemudian 3 medali lagi dari pasangan Ezra Clement Lie dan Jeanette Caroline Ruslim dari nomor Fifa Samba, Rising Star Latin, dan Pre Amatuer Latin.
Ketua IODI Kutim Harpandi mengaku tidak pernah terpikirkan usai dilantik, cabang olahraga (cabor) yang baru dipimpin tersebut sudah meraih prestasi juara umum di ajang Pra Porprov. Pasalnya, selama dua event yang diselenggarakan dua hari berturut-turut, kemudian Kutim sebagai tuan rumah, dia hanya berpikir IODI kutim dapat berkiprah.
“Tidak ada target pada dua kejuaraan tersebut, karena memang kami lebih fokus membina atlet dan melihat kesiapan para pengurus untuk persiapan Porprov 2018,” ungkapnya.
Pria yang juga Anggota DPRD Kutim ini mengatakan, setelah berhasil tentu yang sulit adalah mempertahankan. Maka dari itu, demi mempertanggungjawabkan ke warga Kutim terhadap prestasi yang diraih, dia pun akan bekerja keras untuk membesarkan olahraga tersebut.
“Target bayangan kami sudah tercapai Pra Porprov ini. Karena kami menargetkan 5 medali emas di Porprov 2018,” kata Harpandi.
Sementara itu, Ketua IODI Kaltim Tri Murti Rahayu mengucapkan terima kasih kepada IODI Kutim yang sudah menggelar dua kejuaraan sekaligus, mulai Sabtu (25/11) dan kemarin (26/11). Ini artinya olahraga dansa sudah bergairah kembali di kabupaten kota. Melihat banyaknya peserta dari berbagai daerah dengan wajah-wajah baru.
“Kami ucapkan selamat kepada adik-adik yang berhasil menjadi juara . Namun bagi yang belum, kami berharap jangan cepat menyerah karena ini bukan pertandingan yang pertama dan terakhir,” tuturnya.
Sementara, Ketua Panitia Kejurprov dan Pra Porprov IODI Kaltim, Wilhelmus menuturkan, terkait persiapan kedua kejuaraan tersebut, ini akan menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan Porprov 2018. Sebab, dari pelaksanaan kedua kejuaraan tersebut, dikatakan dia memang ada beberapa kendala yang dialami panitia. Pun demikian, ia meyakini bahwa pelaksanaan Porprov Dancesport di Kutim akan berjalan baik di tahun depan.
“Yang menjadi catatan kami juga adalah minimnya suporter. Walau Kutim selaku tuan rumah, namun suporter tamu lah yang lebih banyak,” ujarnya. (ver/sos)






