bontangpost.id – Belum dibukanya kompleks Stadion Bessai Berinta dinilai kebijakan yang blunder. Mengingat sejumlah lokasi serupa telah dibuka.
“Tempat kuliner di Mangrove Berbas Pantai itu juga milik Pemkot Bontang, tapi dibuka,” kata anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang.
Menurutnya, jika alasan masih menutup Stadion Bessai Berinta karena ingin menghindari kerumunan, sudah tidak relevan. “Pemkot maupun Tim Satgas Penanganan Covid-19 bisa mensyaratkan kepada pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan. Mereka pasti patuh,” terangnya.
Jika tebang pilih, kata Bakhtiar, dapat menjadi preseden buruk bagi pemkot. “Kan aneh. Ada yang bisa (buka), ada yang tidak bisa. Kan sama-sama berkumpul,” tegasnya. “Intinya rakyat butuh makan. Kalau harus tutup, jangan tebang pilih,” tandasnya.
Sebelumnya, Harapan pedagang agar pemerintah menimbang kembali opsi pembukaan Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), demi menyelamatkan nasib para UMKM yang berada di area tersebut, ditanggapi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bambang Cipto Mulyono. Bambang menyebut keputusan masih ditutupnya Lapangan Lang-Lang atas kesepakatan bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19.
Kendati, kasus terus melandai. “Di sana (Lang-Lang) bukan cuma untuk olahraga, banyak juga yang nongkrong di warung-warung,” ujarnya.
Tak hanya Stadion Bessai Berinta yang masih tutup, fasilitas olahraga Sport Center yang berada di Jalan Cipto Mangunkusomo eks Pupuk Raya juga tak dibuka untuk umum. Dengan alasan, menekan penyebaran Covid-19. (*)






