bontangpost.id – Kabar baik bagi pengendara kendaraan di Kota Taman. Pasalnya, pengujian kendaraan bermotor (Kir) bakal bisa dilayani pada pekan ketiga bulan ini. Kabid Lalu Lintas Jalan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Ikhwan Agus mengatakan sudah mendapatkan akreditasi sehubungan rencana pelayanan itu dengan hasil B.
Hasil itu bahkan lebih tinggi dari target yang dipatok yakni C. Menurutnya ada tiga aspek yang dinilai mencakup kelengkapan alat, sumber daya manusia (SDM) penguji, dan ketersediaan sarana-prasarana. “Hasil ini lebih tinggi dibandingkan Samarinda dan Kutim,” kata Ikhwan Agus.
Kelengkapan alat saat ini sudah mampu melakukan pengujian 100 persen komponen. Sebelumnya hanya 20 persen. Menurutnya, ini berkat pengadaan alat yang dikucurkan pada APBD tahun lalu. Nominalnya sebesar Rp 3,1 miliar. Pengujian bisa menyasar emisi, pencahayaan, kekedapan kaca, serta kondisi ban kocak atau tidak.
“Alat juga sudah dikalibrasi. Juga sudah mendapat sertifikasi dari hasil tera,” ucapnya.
Terkait SDM penguji bahkan mendapat nilai tinggi. Sertifikasi empat penguji masuk tingkat empat. Komitmen Dishub memang tinggi, sebelumnya penguji itu dikirim ke Bali untuk mendapatkan pelatihan. Dengan hasil ini, Bontang nantinya dapat melakukan pengujian hingga kendaraan bermuatan berat beroda enam. Termasuk kendaraan dari luar Bontang.
Pengujian nantinya sementara digelar di samping Pelabuhan Loktuan. Sembari menunggu bangunan baru di Bontang Lestari. Rencananya, pembangunan ini akan dimulai tahun ini. Diprediksi pengerjaan rampung setelah delapan bulan. Saat ini, Dishub masih menunggu perwali terkait penentuan tarif retribusi.
“Tarifnya masih digodok. Nanti akan kami umumkan setelah keluar regulasinya,” tutur dia.
Ke depan pembayaran dapat dilakukan secara non tunai. Dishub melakukan kerja sama dengan BPD Kaltimtara dan Bank Indonesia. Komitemen inilah yang membuat nilai akreditasi meningkat. Seiring langkah meminimalisasi pembayaran secara tatap muka.
“Ini juga program BI mendukung digitalisasi pemerintah daerah terkait perbankan,” terangnya.
Dengan rencana ini ditaksir pendapatan asli daerah dari sektor retribusi KIR meningkat tahun ini. Setelah sebelumnya nol rupiah. Target nominal yang masuk kas daerah tahun ini berkisar Rp 350 sampai 500 juta. (*/ak)


