• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Luhut Sebut Pembelian Pertalite Dibatasi Mulai 17 Agustus

by Redaksi Bontang Post
12 Juli 2024, 13:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Panjaitan menuturkan, akan banyak efisiensi anggaran yang dilakukan secara bertahap, salah satunya pengurangan subsidi BBM dengan cara pembatasan pembelian pertalite.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Panjaitan menuturkan, akan banyak efisiensi anggaran yang dilakukan secara bertahap, salah satunya pengurangan subsidi BBM dengan cara pembatasan pembelian pertalite.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penerimaan pajak tahun ini diprediksi tidak mencapai target, sedangkan belanja negara justru melebihi rencana. Kondisi itu akan diatasi dengan melakukan efisiensi anggaran. Salah satunya pos yang akan digunakan untuk menambal itu berasal dari anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang akan dikurangi.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Panjaitan menuturkan, akan banyak efisiensi anggaran yang dilakukan secara bertahap. Salah satunya yakni pengurangan subsidi BBM dengan cara pembatasan pembelian pertalite.

Luhut menjelaskan, rencananya, pembatasan itu akan dimulai per 17 Agustus 2024 mendatang. Pembatasan itu dipicu oleh persoalan berulang yakni peruntukan subsidi yang tidak tepat sasaran. ’’Yang gak berhak dapat subsidi bisa dikurangi,’’ terangnya dikutip dalam unggahan akun Instagram pribadinya.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mendorong penggunaan bioethanol sebagai bahan bakar pengganti BBM yang berbasis fosil. Luhut menyebut, kandungan sulfur dari bensin bisa mencapai 500 ppm, sementara bioetanol jauh lebih rendah kandungan sulfurnya bisa hanya mencapai 50 ppm.

Baca Juga:  Antrean Pertalite Makin Parah, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Ganjil-Genap

Kondisi sulfur yang tinggi tentu akan mempengaruhi kualitas udara dan berdampak pada kesehatan manusia. ’’Kalau ini dikerjakan dengan baik akan menghemat,’’ jelasnya.

Hal itu juga berkorelasi dengan tingginya konsekuensi anggaran yang disebabkan karena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menyedot anggaran BPJS Kesehatan sampai Rp 38 triliun. Nah, dengan polusi berkurang, semakin banyak orang sehat. ’’Anggaran kesehatan bisa lebih hemat,’’ ujarnya.

Terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan, sedang menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 191/2014. Seperti diketahui, urgensi revisi beleid itu terbilang penting. Sebab, aturan itu akan mengatur lebih detail terkait syarat dan target penerima BBM subsidi untuk masyarakat.

Baca Juga:  Luhut Sebut Mitra Kilang Bontang Bakal Diganti

Dengan begitu, pembelian BBM subsidi diharapkan bisa tepat sasaran. ’’Kita sedang menunggu Perpres 191, dimana BBM subsidi tepat sasaran. Jangan sampai BBM ini digunakan oleh orang yang mampu,’’ ungkapnya di Kantor Pos Kota Tua, kemarin (10/7).

Erick menekankan, BUMN merupakan korporasi. Sehingga tidak terlibat dalam memutuskan kebijakan tersebut. PT Pertamina sebagai perusahaan pelat merah masih menunggu pengesahaan revisi Perpres nomor 191/2014.

’’Kita tunggu aja. Inget lo BUMN ini korporasi. Bukan pengambil kebijakan. Jadi kita sangat mendukung Perpres 191 untuk segera didorong. Tidak hanya buat BBM. Juga buat gas. Karena LPG ini impornya tinggi sekali. Ini yang harus kita benahi, jangan sampai subsidi salah sasaran,’’ jelas mantan ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee itu.

Terpisah, Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengamini hal tersebut. Heppy menuturkan, Pertamina akan menaati apapun yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Stok Pertalite di Bontang Diklaim Aman

’’Akan mengikuti regulasi atau peraturan yang ditetapkan pemerintah. Paralel upaya-upaya subsidi tepat juga terus kami lakukan, seperti pendataan pengguna BBM subsidi (Biosolar dan Pertalite) melalui QR code dan pendataan pengguna LPG 3 kg dengan pendaftaran menggunakan KTP,’’ ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (10/7).

Heppy memerinci, hingga saat ini, pendaftaran QR code untuk biosolar telah tercapai 100 persen, dengan jumlah nopol lebih dari 4,6 juta pendaftar. Sementara untuk pendataan Pertalite telah mencapai lebih dari 4,6 juta pendaftar dan masih terus didorong. Kemudian, untuk LPG 3 kg pendataan mencapai 45,3 juta NIK.

’’Selain itu koordinasi dengan aparat penegak hukum juga terus kami lakukan untuk membantu pengawasan distribusi BBM subsidi dan LPG subsidi di lapangan,’’ jelas dia. (idr/han/dee)

Tags: luhut binsar pandjaitanpertalite
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Satu Petak Rumah Terdampak Longsor di Api-Api, Diduga Akibat Terkikis Air Sungai

Next Post

Ekonomi Kaltim Tumbuh 7,26 Persen, Efek IKN dan Batu Bara

Related Posts

Antrean Pertalite Makin Parah, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Ganjil-Genap
Bontang

Antrean Pertalite Makin Parah, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Ganjil-Genap

28 Agustus 2026, 14:56
Antrean di SPBU Bontang Mengular, Pertalite Eceran Dijual Rp14 Ribu, Pertamax Tembus Rp20 Ribu
Bontang

Antrean di SPBU Bontang Mengular, Pertalite Eceran Dijual Rp14 Ribu, Pertamax Tembus Rp20 Ribu

25 Agustus 2026, 16:30
Pertalite Langka, Antrean di SPBU Kopkar Kilo 6 Bontang Meluber ke Badan Jalan
Bontang

Pertalite Langka, Antrean di SPBU Kopkar Kilo 6 Bontang Meluber ke Badan Jalan

25 Agustus 2026, 12:14
Penurunan BBM Disambut Positif, Tetap Waspadai Kondisi Minyak Dunia
ekonomi

Pertalite dan Solar Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026

7 April 2026, 11:00
Kuota Solar di Bontang Naik Tahun Ini, Jatah Pertalite Malah Turun
Bontang

Kuota Solar di Bontang Naik Tahun Ini, Jatah Pertalite Malah Turun

3 Maret 2025, 11:30
Kasus Pencemaran Nama “Lord Luhut”, Haris Azhar Dituntut 4 Tahun Penjara
Nasional

Kasus Pencemaran Nama “Lord Luhut”, Haris Azhar Dituntut 4 Tahun Penjara

13 November 2023, 19:03

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.