SANGATTA – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu tolak ukur bagaimana masa depan bangsa ini. Karena, melalui lembaga pendidikan ini, pembentukan karakter anak dilakukan sejak dini. Sehingga jika moral, mental, dan ahlak sudah terbentuk, maka akan berpengaruh saat anak sudah dewasa.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur (Kutim) Akhmadi Baharuddin, usai menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas implementasi kurikulum 2013 PAUD, Rabu (18/10). Kegiatan yang digagas Disdik Kutim ini bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan PAUD Dirjen Pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat ini bertempat di Ruang Meranti Kantor Setkab Kutim.
“Makanya dalam kegiatan ini juga diselipkan sosialisasi tentang pentingnya memasukan anak minimal satu tahun sebelum masuk SD,” ujar Akhmadi.
Dia mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan, terutama peningkatan kualitas. Jadi, tidak hanya sekedar menghadirkan lembaga PAUD di kecamatan dan desa, tapi juga meningkatkan kualitas pendidiknya. Itu sebabnya, tahun depan sejumlah tenaga pendidik PAUD di Kutim akan ikut dalam Program Peningkatan Jenjang Kualitas yang dilaksanakan Dirjen Pembina PAUD dan Pendidikan Masyarakat.
“Jadi harapan kami kedepan semua tenaga pendidik PAUD bisa S1,” sebutnya.
Memang, lanjut Akhmadi, dalam upaya peningkatan kualitas memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Terlebih ditengah kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang dilanda krisis. Sehingga, bantuan yang disalurkan pusat pun dimaksimalkan pihaknya.
“Tahun lalu kami dapat bantuan untu PAUD dari pusat Rp 2,3 miliar. Namun, karena penyusunan data pelaporan perkembangan PAUD tidak diperbaharui, sehingga tahun ini alokasinya menurun hanya Rp 627 juta. Makanya, kami langsung lakukan pembaharuan data untuk diusulkan ke pusat. Sehingga tahun depan, anggaran yang disalurkan sekitar Rp 1,9 miliar,” jelas Akhmadi. (aj)







