bontangpost.id – Polemik murid SD di Samarinda Seberang yang sempat diusir dari kelas dan tidak bisa ikut ujian karena tak memiliki ponsel, telah selesai. Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Asli Nuryadin sudah memanggil kepala sekolah dan guru yang bersangkutan (3/6).
Asli menegaskan, pada prinsipnya, sekolah tidak ada masalah dan siswa tersebut tetap diurus seperti semestinya. “Ya, kepala sekolah dan gurunya kami panggil tadi pagi (kemarin). Intinya saya mencarikan solusi. Juga menyampaikan, sebagai pendidik harus sabar. Ketika melayani masyarakat atau orangtua tidak perlu emosional. Bila tidak selesai angkat saja ke atas, ke Dinas Pendidikan,” jelas Asli kepada Kaltim Post, kemarin.
Dipaparkan, permasalahan tersebut sudah selesai sebelum Dinas Pendidikan memanggil perwakilan SD 002. Guru pun tidak lagi mempersalahkan anak tersebut dan harus tetap bersekolah. “Gurunya tadi sampai menangis. Saya juga pesan agar anak tersebut jangan sampai tidak terurus, karena anak itu piatu,” pintanya.
Untuk diketahui, sebelumnya murid di Samarinda Seberang berinisial MF diduga diusir oleh oknum guru di sekolahnya. MF tak bisa mengikuti pelajaran online di sekolah lantaran tidak membawa ponsel. “Miskomunikasi, marah-marah gurunya. Kira-kira begitu. Yang muncul kan tidak ada gawai (ponsel) diusir dari sekolah (siswa),” paparnya.
Asli menegaskan, seharusnya sekolah punya kebijakan bila memang siswa tersebut tidak memiliki ponsel. “Karena tidak memungkiri memang masih ada anak kita yang tidak punya gawai (ponsel). Karena apa, mungkin faktor ekonomi, ponselnya gantian dengan orangtua,” pungkas pria ramah tersebut. (asp/kri/k8)


