SANGATTA – Sejumlah cabang olahraga benar-benar tak bisa dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Padahal di antaranya terdapat cabor yang berpotensi menjadi pendulang emas.
Seperti halnya olahraga berkuda dan paralayang. Sulitnya fasilitas pendukung dan minim pesaing menjadi alasan kedua cabor ini tidak dipertandingkan. Walaupun sebenarnya, Kutim sebagai tuan rumah sangat siap melakukan pertandingan di bidang paralayang misalnya.
Seperti dikatakan Sekjen Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutim, Heriansyah Masdar sebelumnya. Ia menuturkan, cabor yang digelutinya tidak dipertandingkan di Porprov. Mengingat di Kaltim masih sangat minim pesaing. Sehingga pihaknya saat ini sedang gencar menyiapkan diri untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 mendatang.
“Kami tidak patah semangat untuk berlatih menghadapi PON. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi FASI Kutim walau tidak main di Porprov,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.
Saat dikonfirmasi, Kadispora Kutim, Syahrir mengatakan, jumlah cabor yang dipertandingkan di Kutim sangat banyak, bahkan lebih 10 dari perayaan Asian Games lalu. Sehingga anggaran yang disiapkan juga kurang lebih dengan dana yang dihabiskan oleh ajang olahraga se-Asia tersebut.
“Dana disiapkan sekira 400 milyar, Jumlah cabornya lebih banyak dari Asian Games, biasanya cabang olahraga yang dipertandingan hanya berkisar 40, Kutim bisa memainkan 53 cabor,” tuturnya.
Menurutnya, bupati menyetujui banyaknya cabor yang dipertandingkan dengan tujuan mengembangkan olahraga lain. Hal tersebut diperbolehkan sesuai kebijakan dan kemampuan daerah.
“Terserah daerahnya, bisa saja dihapuskan jika memang daerahnya merasa cabor itu tidak berpotensi mendapat medali,” ungkapnya.
Dia mencontohkan, layaknya cabor berkuda yang ditiadakan karena minim atlet dan penunjang. Seperti sulitnya mendapat kuda. Harus terlebih dahulu didatangkan dari luar daerah.
“Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan. Termasuk minim pesaing, karena minimal lima kabupaten kota harus punya cabor yang sama,” tutupnya. (*/la)






