BONTANG – Di usianya yang masih anak-anak, empat bocah ini justru punya kebiasaan aneh. Berbeda dengan anak seusianya yang menghabiskan waktunya dengan belajar dan bermain, DS (8), AS (10), RA (14), dan MA (11) justru punya kebiasaan bereda: mencuri burung.
Ini merupakan kisah nyata. Kejadiannya berhasil diungkap aparat Polsek Bontang Utara. Menurut Kapolsek Bontang Utara, Iptu Muklas Haryanto mengungkapkan, pencurian tersebut sudah dilakukan berulang-ulang. Burung-burung yang dicuri, sebagian dijual. Sisanya, ada yang dipelihara sendiri.
Meski kejadian berulang-ulang, namun banyak masyarakat yang kehilangan namun tak melapor ke polisi. Hingga pada Jumat (3/2) lalu, ada warga yang kehilangan burung di RT 14 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. Kemudian, Sabtu (4/2) malam, tiga burung hilang lagi. Disusul Minggu sore ada burung yang raib.
“Karena yang hari Minggu ketahuan warga, maka langsung dilaporkan ke Polsek Bontang Utara. Kami pun melakukan pengembangan dan ditemukanlah empat tersangka ini,” jelas Muklas, mewakili Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn, Selasa (7/2) kemarin.
Dari empat tersangka tersebut, kata Muklas, ada seorang penadah, yakni RA. Alasan mereka mencuri burung polos, untuk mendapatkan uang.
Sementara dari empat tersangka itu, ada yang sudah delapan kali mencuri burung, ada juga yang baru dua kali, dan sekali.
“Terkait kasus ini, kami merasa prihatin, karena pelakunya merupakan anak di bawah umur,” ujarnya.
Untuk prosesnya, Muklas menyebut masih dalam penyidikan. Pasalnya, belum juga ada laporan dari warga yang merasa keberatan dengan hilangnya burung peliharaan tersebut. Oleh karenanya, polisi akan menerapkan diversi terhadap para pelaku.
Polsek Bontang Utara juga memanggil orang tua pelaku untuk membuat surat pernyataan, sambil proses lainnya berjalan.
“Ini cukup diselesaikan secara restorative justice, karena pelakunya masih di bawah umur. Namun identitas sudah kami kantongi semua,” ungkapnya.
Lalu, berapa total burung yang sudah dicuri pelaku? Muklas tak menjawab pasti. Karena ada yang terdeteksi dan tidak.
Sementara, tiga ekor burung dengan sangkarnya diamankan karena kepergok warga. Jenisnya pun bermacam-macam, mulai dari lovebird, cucak hijau, murai, dan lainnya.
“Bahkan burung hasil curiannya ada yang mati, ada yang lepas. Oleh karenanya tak bisa terdeteksi berapa jumlahnya,” pungkasnya. (mga)





