• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

PPP Sudah Satu Suara, DPC Bontang Benahi Kepengurusan

by BontangPost
8 Februari 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Abbas Patiroi(IST)

Abbas Patiroi(IST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

BONTANG – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz, 25 Januari bulan lalu membuat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai berlambang kakbah di Bontang lega.

Pasalnya, PPP kini telah berada di bawah satu suara yaitu kepengurusan PPP hasil Muktamar Pondok Gede pada bulan April 2016 dengan Muhammad Romahurmuziy sebagai ketua umum PPP.

Ketua DPC PPP Bontang Abbas Patiroi menyatakan, putusan MK ini membuat DPC bisa fokus membenahi kepengurusan setelah sebelumnya sempat terbelah dalam dualisme kepengurusan dari pusat. Apalagi DPC PPP Bontang pada Oktober 2016 lalu baru menggelar musyawarah cabang (Muscab) bersama dengan DPC PPP Kutai Timur (Kutim). Dalam muscab ini, terpilihlah kepengurusan DPC PPP Bontang untuk periode 2016-2021 dengan Abbas kembali dipercaya sebagai ketua.

“Polemik kepengurusan ganda ini sempat merugikan kami. Sempat ada kebingungan di daerah mau ikut kepengurusan yang mana. Apalagi di Bontang sempat ada kepengurusan PPP dari kubu Djan Faridz yang membuat kami tidak bisa menjadi partai pengusung dalam Pilkada Bontang 2015 lalu. Walaupun kemudian kepengurusan tersebut sudah tidak terdengar lagi saat ini,” ungkap Abbas kepada Bontang Post beberapa waktu lalu.

Selain itu, adanya dualisme ini membuat PPP tidak mendapatkan dana bantuan partai politik dari pemerintah selama terjadinya konflik.  Dengan keluarnya keputusan ini, maka di tahun ini PPP dimungkinkan untuk kembali mendapatkan bantuan dana tersebut.

“Sudah tiga tahun lamanya kami tidak menerima dana bantuan ini. Bulan lalu saya sudah terima salinan dokumen yang menginformasikan bila dana bantuan ini bisa diberikan kembali kepada kami,” tambahnya.

Dengan hasil keputusan ini, Abbas mengaku pihaknya siap menampung kembali para pengurus PPP yang dulu pindah kubu Djan Faridz. Namun begitu tidak demikian pada pengurus PPP kubu Djan Faridz yang menjabat ketua, sekretaris, dan bendahara. “Dengan keluarnya keputusan MK ini, kubu Djan Faridz tidak boleh lagi mengatasnamakan partai dalam setiap kegiatannya,” tegas Abbas.

Dilansir dari situs resmi PPP, usaha PPP Kubu Djan Faridz untuk melawan Kepengurusan PPP Hasil Muktamar Islah dengan mengajukan uji materi Pasal 33 ayat (2) UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik ke Mahkamah Konstitusi (MK), berakhir sia-sia. Mahkamah Konstitusi Melalui tiga Putusan yang masing-masing bernomor 35, 45 dan 93/PUU-XIV/2016, tidak menerima seluruh gugatan dari Djan Faridz dan para kadernya yang menguji materi Pasal 23 UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dan Pasal 40 A UU Pilkada.

Dalam ketiga putusannya, MK menyatakan bahwa Djan Faridz, cs tidak memiliki hak mengajukan gugatan (legal standing) untuk menguji materil pasal-pasal tersebut diatas, termasuk dengan mengatasnamakan PPP. Lebih jauh lagi MK menyatakan bahwa partai politik itu sendiri juga tidak memiliki legal standing untuk mengajukan uji materi karena telah memiliki wakil-wakilnya di DPR yang merumuskan undang-undang. (luk)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Serial Karang Mumus (03): Relokasi, Antara Menguasai dan Memiliki

Next Post

Masih Ingusan, Hobinya Embat Burung

Related Posts

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka
Kaltim

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka

29 Oktober 2026, 19:14
Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup
Bontang

Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

29 Oktober 2026, 17:10
DPRD Bontang Desak Pemkot Selesaikan Sengketa Jalan Gotong Royong
Bontang

DPRD Bontang Desak Pemkot Selesaikan Sengketa Jalan Gotong Royong

29 Oktober 2026, 14:51
PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jalan Gotong Royong Bontang Ditutup, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan di Pengadilan
Bontang

Jalan Gotong Royong Bontang Ditutup, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan di Pengadilan

29 Oktober 2026, 13:11
Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan
Bontang

Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

29 Oktober 2026, 12:14

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.