• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Massorong, Acara Adat Suku Pattae

by BontangPost
11 Januari 2018, 11:25
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
RITUAL: Ketua adat tampak memanjatkan doa di depan sesajen yang akan dilarungkan ke laut. Ritual tersebut sebagai bentuk rasa syukur agar nelayan diberikan kesehatan dan hasil tangkapan yang melimpah.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

RITUAL: Ketua adat tampak memanjatkan doa di depan sesajen yang akan dilarungkan ke laut. Ritual tersebut sebagai bentuk rasa syukur agar nelayan diberikan kesehatan dan hasil tangkapan yang melimpah.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Warga Suku Pattae Pulo Tangnga yang tinggal di wilayah Kelurahan Berbas Pantai melakukan upacara Massorong, kemarin (10/1). Upacara tersebut sebagai bentuk kesyukuran kepada Tuhan atas berlimpahnya hasil laut yang bisa bermanfaat untuk manusia. Pemkot Bontang yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase pun mengharapkan acara tersebut dijadikan sebagai acara rutin tahunan.

Pesta adat yang dilaksanakan dengan sederhana itu diawali dengan tarian adat oleh anak-anak dari Forum Bela Negara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan melepaskan sesajen di lautan.

Ketua KTNA Bontang yang juga sebagai Ketua Panitia Acara Adat Suku Pattae Pulo Tangnga, Jafar mengatakan acara seperti ini sudah turun temurun dilakukan. Kali ini, merupakan tahun keempat yang dilaksanakan secara resmi. Awalnya, melihat pesta laut yang dilaksanakan rutin di Bontang Kuala membuat mereka berinisiatif jika Suku Pattae pun melestarikan adat dan melakukannya di Berbas Pantai agar bisa digunakan sebagai tujuan wisata.

Baca Juga:  Anjuran bagi Para Umara (Penguasa).

“Harapan kami yang juga menjadi motivasi bagi Suku Pattae agar acara Massorong ini dapat diagendakan atau masuk dalam DPA anggaran sebagai acara tahunan,” ujar Jafar dalam sambutannya di Jalan Pangeran Antasari Gang Carita RT 11 Kelurahan Berbas Pantai.

Acara Massorong ini, kata dia sebagai wujud rasa syukur atas apa yang Allah berikan. Baik itu laut yang luas sehingga manusia bisa menikmati hasil laut yang begitu melimpah. Disebutkan dia, Suku Pattae merupakan nelayan tradisional sehingga ramah lingkungan dan hanya menangkap ikan bawis. “Infrastruktur yang nelayan kami gunakan pun belum memadai. Sehingga diharapkan pemerintah bisa membantu dalam hal itu. Kami juga berharap agar Suku Pattae bisa berpartisipasi untuk kemajuan baik di Bontang maupun di Kaltim. Acara ini pun bisa dilaksanakan berkat kebersamaan dan sukarelawan sehingga kami ucapkan terima kasih,”ungkapnya.

Baca Juga:  Bila Menjabat Ketua Askot PSSI Bontang dan Program Tak Jalan, Ke Dua Calon Siap Mundur

Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase dalam sambutannya mengatakan acara seperti ini merupakan budaya yang harus dilestarikan. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang besar karena memiliki suku bangsa yang banyak. Hampir seluruh dunia tidak ada yang sama seperti Indonesia. Seperti apa yang dikatakan Presiden Joko Widodo, jika negara lain hanya memiliki 8 suku, tetapi Indonesia memiliki 714 suku bangsa. “Hal itu tentu menjadi modal kami dalam rangka pengembangan budaya,” ujarnya.

Oleh karena itu, dikatakan Basri atas nama Pemkot Bontang pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Suku Pattae yang sudah melaksanakan acara adat Massorong ini. Disebutkan, Bontang saat ini sedang mengembangkan potensi wisata. Dengan terkenalnya Bontang sebagai kota heterogen maka pengembangan wisata bisa dilakukan bersamaan dengan mengembangkan budaya.

Baca Juga:  Proyek PLTMG Tak Berizin

“Salah satunya budaya Massorong yang tentu harus dilestarikan. Maka dinas terkait harus mengagendakan agar budaya Massorong ini harus dirayakan disini dengan semeriah mungkin, agar bisa mendatangkan wisatawan yang bisa menambah PAD untuk Bontang,” bebernya.

Basri pun berharap, acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang difasilitasi oleh Pemkot Bontang dalam rangka melestarikan budaya yang ada di Bontang. “Karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi,” pungkasnya. (mga)

Tags: Adatbontangbudayawisata
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HUT ke-61 Provinsi Kaltim, Bontang Borong Puluhan Penghargaan

Next Post

Diserbu Warga Luar Daerah, Penduduk Miskin Samarinda Melonjak 

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Ritual Memberi Makan Karang, Penanda Gelaran Pesta Laut Bontang Kuala Dimulai
Bontang

Ritual Memberi Makan Karang, Penanda Gelaran Pesta Laut Bontang Kuala Dimulai

24 November 2025, 17:22
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan
Kaltim

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan

1 Juni 2022, 13:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.