• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Masyarakat Bakal Gugat Pertamina

by BontangPost
11 April 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
MULAI BERSIH: Kondisi Pantai Banua Patra tampak bersih pada Rabu (4/4). Sebelumnya, air laut di sekitaran pantai ini menghitam lantaran marine fuel oil (MFO) yang tercecer. Warga Balikpapan memadati sekitar kawasan Pantai Banua Patra dan Pantai Kilang untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai.(ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)

MULAI BERSIH: Kondisi Pantai Banua Patra tampak bersih pada Rabu (4/4). Sebelumnya, air laut di sekitaran pantai ini menghitam lantaran marine fuel oil (MFO) yang tercecer. Warga Balikpapan memadati sekitar kawasan Pantai Banua Patra dan Pantai Kilang untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai.(ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BREAKER: “Ada masyarakat yang ingin menggugat secara perdata. Di aturan memang diperbolehkan masyarakat mengadukannya. Sepanjang dasarnya kuat, ya tidak masalah, itu diperbolehkan,”. Sarkowi V Zahri, Anggota DPRD Kaltim.

SAMARINDA – Kebocoran pipa PT Pertamina di Teluk Balikpapan telah membawa dampak serius bagi lingkungan sekitar. Banyak nelayan dikabarkan menghentikan aktivitas melaut setelah areal di sekitar kejadian tercemar.

Menyadari beragam dampak buruk dari tragedi berdarah yang merenggut lima orang nyawa tersebut, sejumlah kelompok masyarakat ingin menggugat PT Pertamina. Hal itu diakui anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Sarkowi V Zahri, Selasa (10/4) kemarin.

Menurutnya, saat ini ada masyarakat yang ingin mengadukan perusahaan berpelat merah itu untuk mempertanggungjawabkan kasus tersebut di muka pengadilan. Sayangnya, Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) itu tidak menyebutkan secara gamblang kelompok masyarakat yang ingin mengadukan Pertamina di pengadilan.

Baca Juga:  Kena Sanksi, RSUD Langsung Berbenah

Namun dia memastikan, sudah ada masyarakat yang menyampaikan padanya, keinginan untuk segera melaporkan Pertamina. “Ada masyarakat yang ingin menggugat secara perdata. Di aturan memang diperbolehkan masyarakat mengadukannya. Sepanjang dasarnya kuat, ya tidak masalah, itu diperbolehkan,” ucapnya.

Langkah tersebut bukan tanpa dasar, karena dampak yang dihasilkan dari kebocoran pipa Pertamina itu sudah  dirasakan masyarakat. Dasarnya bisa karena adanya korban dan regulasi yang memperbolehkan pengaduan terhadap perusahaan minyak milik negara itu.

Sarkowi yakin langkah masyarakat tersebut sudah tepat. Karena dengan begitu, korban yang terkena dampak ledakan yang disebabkan kebocoran pipa Pertamina itu mendapatkan haknya.

Selain mendukung masyarakat menuntut Pertamina secara perdata di pengadilan, Komisi III DPRD Kaltim juga merencanakan untuk memanggil perusahaan tersebut.

Baca Juga:  HEBOH! Kepulan Asap Hitam dari Kilang Balikpapan

Pemanggilan juga akan dialamatkan pada pemerintah provinsi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan pihak-pihak terkait. Tujuannya, wakil rakyat bakal meminta laporan menyangkut penanganan pencemaran lingkungan akibat meledaknya kapal di Teluk Kota Minyak.

“Supaya jelas apa yang perlu dilakukan. Termasuk berapa lama diperlukan pemulihan. Karena itu penting, sampai wilayah yang tercemar betul-betul aman dan tidak berbahaya,” tegasnya.

Khusus DLH Kaltim, Sarkowi akan mempertanyakan hasil pemantauan dan penanganan dampak kerusakan lingkungan akibat kasus tersebut. Ketika rapat dengar pendapat nanti, DPRD akan mempertanyakan peran DLH dalam menyelesaikan dampak lingkungan yang dihasilkan dari ledakan dan kebocoran pipa Pertamina.

“Sejauh ini belum ada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah provinsi dan DLH. Karena mungkin mereka menganggap kasus itu sudah ditangani pemerintah pusat,” terang Sarkowi.

Baca Juga:  Antrean Panjang Solar, Kapolres: Masih Aman dari Pengetap

Pemanggilan Pertamina dan pemerintah direncanakan Komisi III DPRD Kaltim setelah penyelenggaraan rapat Badan Musyawarah (Banmus) pekan depan. “Kami sedang mencari waktu yang tepat. Mungkin sehabis itu (rapat Banmus),” tandasnya. (*/um)

Tags: pencemaran lingkunganpertamina
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Moratorium Jadi Ancaman DOB

Next Post

Hoax, Menag Meninggal Digigit Pari

Related Posts

DLH Bontang Uji Sampel Air Pulau Beras Basah, Telusuri Dugaan Pencemaran
Bontang

DLH Bontang Uji Sampel Air Pulau Beras Basah, Telusuri Dugaan Pencemaran

12 Oktober 2026, 10:02
Perairan Beras Basah Bontang Tercemar, Dispopar Lapor DLH
Bontang

Perairan Beras Basah Bontang Tercemar, Dispopar Lapor DLH

10 Oktober 2026, 21:44
Jaga Pasokan Listrik dan BBM, APBN Kucurkan Rp 331,4 Triliun ke PLN-Pertamina
Nasional

Jaga Pasokan Listrik dan BBM, APBN Kucurkan Rp 331,4 Triliun ke PLN-Pertamina

19 September 2026, 14:00
Pertamina Didesak Buka Penyebab Hujan Abu di Balikpapan, Warga Mengaku Sesak Napas
Kaltim

Pertamina Didesak Buka Penyebab Hujan Abu di Balikpapan, Warga Mengaku Sesak Napas

26 Juni 2026, 21:24
Warga Pulau Miang Kutim Laporkan Dugaan Pencemaran Laut di Sekitar Jeti CPO, Air Disebut Keruh dan Berminyak
Kaltim

Warga Pulau Miang Kutim Laporkan Dugaan Pencemaran Laut di Sekitar Jeti CPO, Air Disebut Keruh dan Berminyak

25 Juni 2026, 13:28
104 Kasus Pengaduan Pencemaran Lingkungan di Kutim, DLH; Kalau Tak Ditindak, Aturan Hanya Jadi Kertas
Lingkungan

104 Kasus Pengaduan Pencemaran Lingkungan di Kutim, DLH; Kalau Tak Ditindak, Aturan Hanya Jadi Kertas

12 Agustus 2025, 12:14

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.