bontangpost.id – Selain banjir, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi atensi pemerintah.
Kabid Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang Noni Agetha mengatakan, pihaknya telah menyusun target pengelolaan sampah.
“Kami sudah punya target sampai 2028,” katanya kepada redaksi bontangpost.id.
Ia mengungkapkan, target yang telah dirancang terbagi menjadi dua. Yakni target penanganan dan pengurangan sampah.
Tahun ini, target penanganan sampah sebesar 70,82 persen. Dibandingkan dengan target 2023 lalu yaitu 71,78 persen.
Sementara pengurangan sampah tahun ini ditarget 28,97 persen. Dari tahun sebelumnya yang ditargetkan sekitar 27,96 persen.
“Untuk pengurangan sampah, semakin besar persentasenya akan semakin bagus,” ungkapnya.
Hal itu dikarenakan, pengurangan sampah berasal dari sumbernya. Berbeda dengan penanganan sampah.
“Pengurangan langsung dari masyarakat. Kalau penanganan kan langsung di TPA,” ujarnya.
Jika demikian, masyarakat diharapkan sudah mulai memilah sampah dari rumah tangga, yang nantinya berpengaruh pada pengurangan sampah.
Adapun beberapa program untuk pengelolaan sampah telah disusun bersama dengan dinas terkait.
“Seperti upaya menjemput sampah dari rumah, donasi sampah, hingga optimalisasi TPST 3R,” jelasnya.
Disinggung mengenai realisasi penanganan dan pengurangan sampah 2023 lalu, ia menuturkan belum mengetahui angka pastinya.
“Kami rekapitulasi dulu ya,” tandasnya. (*)

