SANGATTA – Produk hasil olahan masyarakat Kutim nampaknya belum bisa berbicara banyak di luar daerah. Penjualannya masih berputar-putar di daerah pengolahan. Hasil pemetaan Dinas Pertanian (Distan) Kutim, kendala yang dihadapi adalah modal, sumber daya manusia (SDM), serta fasilitas pendukung.
Seperti contoh beras dari Kecamatan Kombeng. Mampu menghasilkan berton-ton namun belum banyak menjual keluar daerah. Beras itu baru dipasarkan di kawasan perusahan sawit di Kutim. Ada juga produk olahan dari Kecamatan Kaliorang yakni olahan Dodol Salak, Labu hingga Dodol Pisang, Namun senasib dengan produk lain. Dodol tersebut pemasarannya hanya mampu di sekitar Kecamatan.
Yulianti Warga Kaliorang menjelaskan selain modal, pembuat pangan olahan juga jadi kendala karena rata-rata pembuatnya sudah berumur alias tua. Ditambah lagi fasilitas dan tranportasi yang kurang memadai membuat barang susah dijual keluar.
“Yang buat pangannya tua-tua. Yang muda beralih jadi pekerja sawit atau perusahaan. Lalu untuk memanfaatkan penjual online gimana, sinyalnya aja hilang-hilang, terus mengirimkan barang bagaimana jalannya rusak gitu,” tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian Sugiono melalui Kepala Seksi (Kasi) Pasca Panen dan Pemasaran Hajrah mengungkapan dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dinas pertanian selalu mencarikan solusi. Di tahun ini direncanakan ada program permodalan untuk para wirausaha agar bisa berkembang. Memang belum final, masih dalam proses, kalau sudah fix akan segera diumumkan.
“Rencananya program pinjaman maksimal 25 juta khusus untuk wirausaha binaan kita dulu,” terang Hajrah di Ruang Kerjanya, Rabu, (17/1).
Dia juga mengungkapkan , Selain modal para petani, peningkatan SDM wira usaha juga diperhatikan dengan pelatihan agar ada ilmu baru. Mampu mengembangkan usaha dan menyebarkan pengetahuan itu kepada rekan-rekannya.
“Desember lalu baru ke Bogor, Jawa Barat. Pelatihan Pembuatan selai pisang dan bawang goreng. Ada dua orang dari Kecamatan Kaliorang yakni dari kelompok tani Mawar Desa Bukit Harapan dan Mukti Lestari,” ungkapnya. (hd)







