• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Mengenal Saksi-Saksi Yehuwa yang Tak Rayakan Natal

Meyakini Peringatan Kematian Yesus Kristus Lebih Utama

by Jelita Nur Khasanah
26 Desember 2024, 12:20
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa yang berada di Loktuan. Tak ada perayaan Natal di tempat ini.

Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa yang berada di Loktuan. Tak ada perayaan Natal di tempat ini.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Suka cita Natal menandai perayaan kelahiran Yesus Kristus. Gereja-gereja mengalunkan pujian, menambah khidmat momen perayaan tahunan itu. Namun berbeda dengan jemaat Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka tidak merayakan Natal.

Di Bontang, Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa berada di Kelurahan Loktuan. Saat Bontang Post mengunjungi Rabu (25/12/2024), saat perayaan Natal, balai tersebut  tertutup rapat.

Penatua Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa Yeshua Budiono menuturkan, mereka meyakini tidak ada perintah yang menyebut untuk merayakan Natal.

Dalam keyakinannya, Sang Juru Selamat Yesus Kristus memerintahkan untuk merayakan kematiannya, bukan kelahirannya. Hal itu yang jemaat Saksi-Saksi Yehuwa pegang teguh hingga kini.

“Tanggal lahir Yesus pun tidak diketahui dalam Alkitab. Kami tidak merayakan Natal karena tidak ada dasarnya,” ujarnya, Rabu (25/12/2024).

Baca Juga:  Toleransi Bagi Pedagang Musiman 

Selain itu, menurut keyakinan mereka, Natal lahir dari tradisi bangsa Romawi yang merayakan kelahiran Dewa Matahari. Oleh sebab itu, Saksi-Saksi Yehuwa tidak pernah melakukan peringatan kelahiran dalam bentuk apapun. Sebab momentum peringatan kematian lebih bermakna ketimbang peringatan kelahiran.

Adapun kematian Yesus Kristus menjadi satu-satunya perayaan yang dilakukan Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka memaknai dan merayakannya dengan sederhana. Setiap tanggal 14 bulan pertama penanggalan Yahudi.

“Jadi bisa jatuh pada Maret atau April, dan tidak selalu pada Jumat,” sebut dia.

Perayaan kematian pun dirayakan dengan sederhana. Dilakukan dengan berkumpul dan mengenang kembali detik wafatnya Yesus. Hal itu menjadi sebuah momentum jamuan terakhir.

Sementara untuk ibadah, ada sekitar 50 jemaat Saksi-Saksi Yehuwa berkumpul dua kali sepekan untuk mempelajari Alkitab. Yakni Pelayanan dan Kehidupan Kristen tiap Kamis, dan Perhimpunan umum tiap Minggu. Serangkaian ibadah diisi dengan khotbah dan pembahasan tanya jawab.

Baca Juga:  Hormati Yang Puasa, Warga Kutim Taat Aturan, Tidak Buka Warung

Meski tidak merayakan Natal, Saksi-Saksi Yehuwa tetap menghargai setiap keputusan orang yang merayakannya. Begitupun tetap bersikap murah hati dan damai, sesuai dengan ajaran Yesus.

Bagi jemaat Saksi-Saksi Yehuwa, Yesus Kristus ialah pemimpin utama, raja, imam besar, penebus dosa, dan juru selamat. Ia merupakan malaikat yang diutus dari surga oleh Yehuwa, dan lahir dari rahim seorang perempuan perawan, yakni Maria.

“Dialah pemimpin dan juru selamat kami. Manusia sempurna yang datang dari surga,” tutupnya. (*)

Tags: toleransi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wakil Kaltim di Senayan Janji Bakal Perjuangkan Nama Awang Faroek Ishak Gantikan Tol Balsam

Next Post

Pelayan Kafe di Balikpapan Dibunuh karena Asmara

Related Posts

Toleransi Bagi Pedagang Musiman 
Bontang

Toleransi Bagi Pedagang Musiman 

31 Agustus 2017, 11:53
Hormati Yang Puasa, Warga Kutim Taat Aturan, Tidak Buka Warung
Breaking News

Hormati Yang Puasa, Warga Kutim Taat Aturan, Tidak Buka Warung

28 Mei 2017, 12:32

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.