• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hikmah

Menghargai Keragaman Antar Umat Beragama

by BontangPost
29 Desember 2016, 21:37
in Hikmah
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: H.M.A Sarkowi Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bontang

Penulis: H.M.A Sarkowi Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bontang

Share on FacebookShare on Twitter

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang telah mengutus para Nabi dan Rasul, terakhir Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan pada Nabi akhir zaman dan kita umatnya yang selalu berusaha memahami, mendalami dan mengamalkan ajaran agamanya dengan sebaik-baiknya.

Islam sebagai risalah adalah agama yang diwahyukan oleh Allah SWT pada Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan dengan dakwah, sehingga dalam waktu yang relatif singkat menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan berlomba-lomba berbuat kebajikan untuk umat manusia, melaksanakan kebenaran dari Allah SWT yang sudah menjadi pegangan hidupnya, tanpa ragu-ragu.

Kitabullah dan sunnah Rasul mengajarkan pedoman untuk memecahkan persoalan-persoalan hidup yang seringkali menimbulkan perselisihan paham, malah bisa mengakibatkan pertengkaran dan bentrokan bilamana sudah dimasuki oleh hawa nafsu dalam berbagai bentuknya, berupa fanatik buta dan kesombongan. Pada prinsipnya, manusia adalah kesatuan umat sebagai makhluk Ilahi “adalah manusia itu satu ummat yang tunggal”. (Q.S Al-Baqarah ;213).

Bahwa dalam tubuh umat manusia sebagai keseluruhan, ada berbagai bangsa dan bahasa adalah satu fakta kehidupan yang tidak dapat dipungkiri. Sudah begitu sunnatullah menurut hikmah iradah Ilahi dan tidak bisa dirubah. Akan tetapi, perbedaan bangsa dan suku bangsa, berlainan bahasa, warna kulit dan tingkat kecerdasan, tidak boleh dijadikan sumber sengketa, tidak boleh dijadikan sumber kesombongan, sumber mau menang sendiri.

Baca Juga:  Bahaya, Ahli Maksiat Bergelimang Nikmat

Kepada umat manusia sebagai keseluruhan, dipesankan terlebih dahulu bahwa adanya berbagai bangsa dan suku bangsa ialah untuk berlaku kenal-mengenal, memberi dan menerima satu sama lain.

Hanya ada satu ukuran bagi tinggi rendahnya mutu seseorang yakni pembaktiannya atau takwanya, bukan karena bahasa, bukan karena keturunan, bukan pula pangkat “Wahai manusia sesungguhnya Kami, telah menjadikan kamu dari laki-laki dan perempuan; dan Kami telah menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu kenal mengenal satu sama lain; sesungguhnya yang termulia diantara kamu pada sisi Allah ialah yang paling takwa, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Sadar;. (Q.S Al-Hujurat;11)

Semata-mata perbedaan kepercayaan, agamapun bagi umat islam bukanlah otomatis menjadi halangan untuk bisa hidup berdampingan secara damai “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam (urusan) agama dan (orang-orang) yang tidak mengusir kamu keluar dari kampung halamanmu, sesungguhnya Allah cinta pada orang-orang yang berlaku adil. (Q.S. Al-Mumtahana;8).

Baca Juga:  Orang-orang yang Wajib Mengeluarkan Zakat

Bunyi firman Ilahi ini cukup jelas. Bukan sekadar hidup berdampingan dengan toleransi yang pasif saja, akan tetapi lebih positif dari itu; untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap umat manusia tanpa diskriminasi agama dan kepercayaan.

Islam dengan tegas mengakui kemerdekaan berfikir dan berkeyakinan Laa Ikraaha fiddien. Islam tidak mengizinkan memaksa-maksakan agama dan kepercayaan. Sekalipun umat islam di suatu masa dan di suatu tempat merupakan mayoritas, mereka dilarang oleh Kode Etik Islam memaksa-maksakan kepercayaan dan keyakinan agama mereka kepada minoritas yang beragama lain dari Islam. Jaminan kebebasan memiliki keyakinan agama ini lebih dahulu dari pernyataan hak-hak asasi manusia dari PBB.

Lima belas abad yang lalu, umat islam sudah menyaksikan “Piagam Madinah” yakni sebagaimana yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW di Kota Madinah, untuk meletakkan dasar-dasar bagi keragaman hidup antar agama diantara warga Negara yang berbeda agama.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Bendera Rasulullah

Piagam Madinah itu adalah satu penjelmaan yang terang dari prinsip kemerdekaan beri’tikad dan beragama menurut ajaran Islam. Mayoritas menurut kita umat Islam, bukan untuk menindas minoritas, tapi justru untuk melindungi hak-hak mereka “barang siapa mendzholimi seorang dzimmi (non muslim) sesungguhnya ia memusuhi aku”, begitu pesan Rasulullah SAW kepada ummatnya!

Islam menentang tiap-tiap apa yang berupa diktator, termasuk apa yang disebut-sebut orang “diktator mayoritas”.

Tegaknya keadilan dengan seadil-adilnya dengan akhlakul karimah terhadap siapa saja tanpa diskriminasi.

Mudah-mudahan ada manfaatnya dalam usaha menjaga kerukunan dan memelihara perdamaian serta menghormati keragaman antar umat beragama dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Bhineka Tunggal Ika dalam NKRI tetap kokoh teguh berdasar kepada pancasila dan UUD 1945 menuju masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual.

Wabillahittaufiq walhidayah.(*)

Tags: Hikmah Jum'at
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Aib Saudaramu, Aibmu

Next Post

Tahun Baru, Polri Siaga Satu

Related Posts

Orang-orang yang Wajib Mengeluarkan Zakat
Hikmah

Orang-orang yang Wajib Mengeluarkan Zakat

16 Juni 2017, 10:01
Hal-hal yang Wajib Ditinggalkan Orang Berpuasa
Hikmah

Hal-hal yang Wajib Ditinggalkan Orang Berpuasa

9 Juni 2017, 12:24
Manfaat Zakat untuk Diri dan Masyarakat
Hikmah

Manfaat Zakat untuk Diri dan Masyarakat

2 Juni 2017, 12:31
Gelang atau Kalung Sakti.
Hikmah

Gelang atau Kalung Sakti.

21 April 2017, 12:37
TA’AT  SAAT  RINGAN DAN BERAT
Hikmah

TA’AT  SAAT  RINGAN DAN BERAT

14 April 2017, 08:00
Takut Kepada Syirik
Hikmah

Takut Kepada Syirik

31 Maret 2017, 12:36

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.