• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Menyongsong Pembangunan NPK Cluster, Pengusaha Lokal Minta Dilibatkan

by BontangPost
9 Maret 2017, 12:03
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
DISKUSI: DPRD Bontang, Pupuk Kaltim, dan perwakilan asosiasi pengusaha lokal Bontang berdiskusi dalam menyambut peluang dari pembangunan NPK Cluster, kemarin (8/3). (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

DISKUSI: DPRD Bontang, Pupuk Kaltim, dan perwakilan asosiasi pengusaha lokal Bontang berdiskusi dalam menyambut peluang dari pembangunan NPK Cluster, kemarin (8/3). (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Pengusaha lokal menginginkan keterlibatannya dalam pembangunan proyek NPK Cluster. Hal tersebut disampaikan masing-masing perwakilan asosiasi pengusaha lokal dalam rapat dengar pendapat dengan manajemen Pupuk Kaltim, kemarin (8/3).

Rapat yang difasilitasi Komisi II DPRD Bontang dihadiri enam perwakilan asosiasi, yakni Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bontang, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Bontang, Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Bontang, Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bontang, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Bontang, dan Himpunan Pengusaha Lokal Bontang (HPLB).

Sedangkan dari DPRD diwakili Ketua Komisi III, Ubaya Bengawan, Abdul Kadir Tappa, Bakhtiar Wakkang, dan Ma’ruf Effendy.

Kata Ubaya, pertemuan antara Pupuk Kaltim dan asosiasi pengusaha lokal bertujuan untuk menggali berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha lokal di Bontang. Selain itu, pengusaha lokal juga diberi kesempatan mengutarakan pendapatnya agar mereka dapat diakomodir dalam pembangunan pabrik NPK Cluster.

Sementara Bakhtiar, menyambung perkataan Ubaya juga menginginkan pengusaha lokal tidak menjadi penonton dalam pembangunan pabrik skala nasional ini. Peluang pembangunan NPK Cluster ini pun harus disambut agar ekonomi Bontang yang lesu dalam beberapa tahun terakhir dapat terangkat kembali.

Baca Juga:  Perusda Bakal Bangun Perumahan Murah 

“Harus ada protect buat para pengusaha lokal kita. Kalau ada yang bisa dikerjakan di Bontang, ya dikerjakan di sini, oleh orang kita sendiri,” ujar Bakhtiar.

Sedangkan Abdul Kadir Tappa mendorong Pupuk Kaltim untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi sesuai keahlian yang dibutuhkan dalam pembangunan NPK Cluster. Sebab, tak hanya bermodalkan sebagai putra daerah saja, namun dalam proyek tersebut juga dibutuhkan kemampuan yang tersertifikasi dan diakui.

Selain itu, asosiasi pengusaha lokal juga diminta memetakan dan mengklasifikasi kemampuan tiap-tiap anggotanya yang bisa diajak dalam pembangunan NPK Cluster. “Percuma kalau dia orang Bontang, tapi tidak punya keahlian apa-apa,” jelasnya.

Ketua Tim Persiapan Proyek NPK Cluster Pupuk Kaltim, Sarwani menyebut beberapa manfaat yang akan dihasilkan dari pembangunan pabrik ini. Diantaranya untuk mendukung ketahanan pangan nasional, mengurangi impor pupuk, menimbulkan multiplier effect, dan memberdayakan pengusaha lokal.

Baca Juga:  Jumat Bersih dan Kamis Indah Jadi Program Unggulan

Apalagi, dari sekitar Rp 4,5 triliun yang digelontorkan untuk investasi pabrik NPK Cluster, sekira 20-25 persen akan dihabiskan untuk konstruksi pabrik di Bontang. “Justru kami membuka diri ketika ada kontraktor lokal yang mampu dan berkualifikasi dalam pembangunan NPK Cluster,” kata Sarwani.

Staf Direksi Pupuk Kaltim, Sukardi menambahkan, pembangunan dengan melibatkan pengusaha lokal justru lebih menguntungkan. Sebab, pembangunan NPK Cluster dapat selesai tepat waktu ketimbang mengambil kontraktor atau tenaga kerja dari luar Bontang.

“Pengalaman sebelumnya, ketika SDMnya (Sumber Daya Manusia) dari luar Bontang, saat selesai lebaran ada yang tidak balik, jadi harus cari lagi. Kalau dari Bontang sendiri, kan sudah pasti tidak kemana-mana,” ujarnya.

Sementara Sub Intendent Hubungan Eksternal Humas Pupuk Kaltim, Ramli menyebut selama ini perusahaan punya program untuk melatih tenaga-tenaga di Bontang agar terampil. Bahkan, diantaranya ada yang sudah dipanggil bekerja di daerah lain sebelum dapat dipekerjakan Pupuk Kaltim. “Ini bukti kalau tenaga lokal Bontang juga berkualifikasi. Kedepan kami juga akan memberikan pelatihan serupa yang sesuai dengan kebutuhan NPK Cluster,” kata Ramli.

Baca Juga:  Ketua Komisi II Usul Kegiatan Digarap di Awal

Seluruh perwakilan asosiasi yang hadir di ruang rapat DPRD Bontang pun menyambut baik komitmen yang diberikan oleh Pupuk Kaltim. Hanya saja, mereka mengingatkan agar Pupuk Kaltim memegang komitmennya. “Pengusaha-pengusaha kami mampu kok ikut terlibat di sana (pembangunan NPK Cluster, Red.). Tinggal Pupuk Kaltim harus berpihak kepada pengusaha lokal,” ujar Syahrir yang mewakili Hipmi.

Senada, Eko Satria dari HPLB ingin Pupuk Kaltim memberdayakan pengusaha-pengusaha dan tenaga lokal dalam pembangunan ini. Bahkan, untuk menegaskan sinergi antara Pupuk Kaltim, pengusaha lokal, pemerintah, dan DPRD dalam pembangunan NPK Cluster, dirinya mengajak Pupuk Kaltim memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). “Kalau kita semua bersatu, NPK Cluster di Bontang Insya Allah aman,” katanya. (zul)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: npk clusterpembangunan Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dua Pengedar Narkoba Dibekuk

Next Post

Warga Laporkan Pungutan di Pantai Kenyamukan

Related Posts

10 Paket Strategis Tahun Ini Ditetapkan, Prioritaskan Pembangunan Kota Bontang
Bontang

10 Paket Strategis Tahun Ini Ditetapkan, Prioritaskan Pembangunan Kota Bontang

5 April 2025, 11:00
Lahan Beres, Kilang CPO Dibangun Tahun Depan
Bontang

Lahan Beres, Kilang CPO Dibangun Tahun Depan

19 Desember 2018, 17:50
Kilang GRR Dibangun 2020
Bontang

Kilang GRR Dibangun 2020

11 Desember 2018, 17:50
Pembangunan Tiga Kantor Lurah Rampung
Bontang

Pembangunan Tiga Kantor Lurah Rampung

11 Desember 2018, 17:15
Pembangunan Pasar Dilanjutkan Pekan Depan
Bontang

Pembangunan Pasar Dilanjutkan Pekan Depan

14 Juli 2018, 11:55
Pasar Citra Mas Didesain 2 Lantai
Bontang

Pasar Citra Mas Didesain 2 Lantai

18 Juni 2018, 18:06

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.