• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Warga Laporkan Pungutan di Pantai Kenyamukan

by BontangPost
9 Maret 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
KENYAMUKAN: Pantai Kenyamukan dipadati masyarakat pada saat akhir pekan.
(DOK)

KENYAMUKAN: Pantai Kenyamukan dipadati masyarakat pada saat akhir pekan. (DOK)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Puluhan warga menyambangi sekretariat  Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) untuk melaporkan dugaan pungli di Pantai Kenyamukan, Dusun Kenyamukan Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (3/8) kemarin.

Fakhruddin, salah seorang pelapor menuturkan, pungutan yang dilakukan oknum yang

belum diketahui tersebut tidak memiliki kekuatan hukum. Terlebih, pungutan dinilai terlalu besar dan memberatkan bagi pengunjung.

“Motor dipungut Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu. Sedangkan mobil, Rp 5 ribu sampai Rp10 ribu. Karena kami anggap pungutan, makanya kami laporkan ke Saber Pungli,” ujar Fakhruddin warga Sangatta Utara itu.

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan uang hasil pungutan  tersebut. Apakah masuk dalam kas daerah atau hanya dinikmati orang-orang tertentu saja.  Jika tidak sesuai dengan peruntukkannya, maka pihaknya sangat menyayangkan dan meminta pihak yang terkait untuk menindak.

Baca Juga:  Pengusaha Digembleng KP2KP

“Kami pertanyakan siapa yang kelola uang itu, uangnya untuk siapa, dan pertanggungjawabannya seperti apa. Kalau tidak jelas, baik kiranya dihentikan. Jika tidak, maka masuk dalam pungli dan wajib ditangkap,” katanya.

Dirinya tidak mempersoalkan jika uang hasil pungutan tersebut jelas keberadaannya. Seperti untuk pengembangan pantai, penambahan fasilitas, kebersihan, hingga keamanan. Karena tentu, itu semua untuk kepentingan masyarakat yang berkunjung.

“Ini kami perhatikan, bukan lagi orang tua yang melakukan pungutan, tetapi anak-anak. Itu yang sangat kami sayangkan. Karenanya, sebelum jelas, baik kiranya dihentikan pungutan tersebut,” pintanya.

Sebelumnya, Muhammad Arief, juga mengeluhkan adanya pungutan di Pantai Kenyamukan. Padahal setahunya, oknum tersebut tidak memiliki hak manarik sepeserpun kepada pengunjung. Karena hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan izin ataupun perintah malakukan penarikan restribusi.

Baca Juga:  Anggaran Porprov Jangan Bebani Kutim

“Kami dapat apa di Kenyamukan. Jalan buruk, fasilitas nihil. lokasi pantai kotor. Kami hanya menikmati laut saja. Tetapi pungutannya sangat besar sekali. Sangat memberatkan kami tentunya,” katanya.

Jika demikian, Pantai Kenyamukan yang semula menjadi andalan warga Sangatta, terancam sepi disebabkan oknum tidak bertanggungjawab. “Pantai Kenyamukan itu baru pemula. Baru ramai-ramainya. Kalau sudah seperti ini (tarik pungutan, red), saya secara pribadi malas lagi berkunjung. Masih banyak tempat wisata yang lebih indah dan menarik,” akunya. (dy)

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: saber pungliSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Menyongsong Pembangunan NPK Cluster, Pengusaha Lokal Minta Dilibatkan

Next Post

Pungutan Parkir Tidak Masuk Pungli

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.