• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Mulai Tahun Depan, Jalan Daerah Bisa Dibiayai APBN

by Redaksi Bontang Post
14 Juni 2022, 17:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Salah satu ruas jalan di Kaltim.

Salah satu ruas jalan di Kaltim.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Dulu, status jalan mengakibatkan guyuran anggaran berat sebelah, sehingga kualitas jalan nasional dan daerah timpang. Namun, mulai tahun depan, jalan daerah seperti jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, hingga jalan desa, bisa dibangun ataupun dibenahi melalui APBN. Tak lagi semata bersumber dari APBD.

Kebijakan baru ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (UU 2/2022) yang disahkan pada 12 Januari 2022. Beleid itu mengamanatkan wewenang pembangunan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, dapat diambil alih pemerintah pusat. Ketentuan itu diatur dalam Pasal 15 Ayat 3, Pasal 16 Ayat 4, dan Pasal 16A Ayat 3. Penjelasan lebih lanjut akan diatur dalam peraturan pemerintah sebagai turunan dari UU 2/2022.

Akan tetapi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI pekan lalu menyampaikan bahwa tidak perlu menunggu PP. Bisa dimulai dengan membuat peraturan menteri PUPR untuk segera menindaklanjuti kebijakan tersebut.

Menurutnya, pemerintah sedang menyiapkan instruksi presiden (inpres) sebagai petunjuk pelaksanaan kebijakan penanganan jalan di daerah menggunakan APBN. “Sedang disiapkan inpresnya. Dalam sidang kabinet lalu, konsekuensi dari UU 2/2022 ini, APBN harus menangani jalan daerah. Jadi selain DAK (dana alokasi khusus), juga disiapkan inpres. Mungkin DAK jadi inpres atau mungkin sementara DAK masih ada, tapi inpresnya juga ada, ” katanya.

Baca Juga:  Ditanggung APBN, Jalan Rusak Berat di Kaltim Masuk Usulan Prioritas

Dia menambahkan, Komisi V nantinya bisa mengusulkan ruas jalan daerah, baik itu jalan provinsi, jalan kabupaten/kota, maupun jalan desa yang akan ditangani menggunakan APBN. Basuki mengungkapkan, anggaran yang bersumber dari APBN untuk penanganan jalan daerah sudah disiapkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, dia tidak memerinci jumlah alokasi anggaran yang sudah disiapkan tersebut.

“Jadi bapak presiden sangat setuju, tidak di-DAK-kan. Karena nanti monitoring dan keterlibatan Komisi V dan Kementerian PUPR akan susah. Tetapi dengan inpres, maka Komisi V masih bisa menangani ruas-ruas mana yang jelas harus ditangani dengan inpres. Sekarang inpresnya sedang disiapkan oleh Bappenas. Untuk segera diselesaikan dengan Setneg, inpresnya untuk menangani jalan daerah melalui APBN,” ungkapnya. Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI dapil Kaltim Irwan mengatakan, keputusan jika pembangunan jalan daerah bisa dibiayai APBN merupakan dari perjuangan panjang.

Sejak pembahasan UU 2/2022 yang dilaksanakan akhir tahun lalu, ketua kelompok fraksi (Kapoksi) Partai Demokrat di Komisi V DPR RI ini getol menyuarakan agar jalan provinsi maupun jalan kabupaten/kota, bisa dibiayai menggunakan APBN. “Karena kalau kita genjot jalan nasional baik sampai 98 persen ke atas, tapi jalan provinsi dan kabupatennya tidak terkoneksi dengan baik, akan sangat mengganggu akselerasi perekonomian daerah. Sehingga harapannya kemudian UU 2/2022 ini bisa diaplikasikan di daerah. Ini cukup membantu pemerintah daerah untuk menuntaskan permasalahan jalan,” kata Irwan.

Baca Juga:  Babak Belur di Poros Sangatta-Rantau Pulung

Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim ini menerangkan, selama ini pendanaan preservasi dan peningkatan jalan diatur berdasarkan kelas. Jalan kabupaten dan provinsi dibiayai APBD sedangkan jalan nasional dibiayai APBN. Namun faktanya, APBD tidak mampu menutupi kebutuhan pembiayaan jalan daerah. Akhirnya kualitas jalan kabupaten dan provinsi tidak sebaik jalan nasional. Jangankan membangun jalan baru, jalan desa juga antar-kecamatan ke kabupaten tidak mampu dipelihara.

“Akhirnya tahun lalu kami merevisi UU Jalan yang lama, kemudian lahirlah perubahan kedua UU Jalan, Nomor 2 Tahun 2022. UU ini mewajibkan intervensi APBN saat pemerintah daerah tidak mampu membiayai preservasi dan peningkatan jalan daerah,” katanya. Dia melanjutkan, saat ini Presiden Joko Widodo telah menyusun inpres untuk pelaksanaannya. Anggarannya juga disiapkan Bappenas. Adapun yang mengusulkan kegiatan penanganan jalan daerah adalah Komisi V DPR RI dan program melekat di Kementerian PUPR. Karena anggaran penanganan disebut Irwan di luar dana alokasi khusus (DAK).

Baca Juga:  Pemkot Minta Bantuan Perbaikan Jalan Bontang Lestari ke Pusat Rp 500 Miliar

“Mekanismenya berbeda dengan pengajuan dana alokasi khusus oleh pemerintah daerah. Ini tetap melekat di Kementerian PUPR dan dibahas serta disetujui di Komisi V DPR RI. Agar bisa diawasi realisasi fisik dan keuangannya oleh DPR RI dan pemerintah pusat. Kalau inpresnya selesai beberapa bulan ini, berarti alokasi program dan anggarannya bisa masuk dalam pembahasan RAPBN 2023,” pungkas Irwan. Untuk diketahui, dari perhitungan Dinas PUPR Kaltim hingga akhir 2021, kondisi jalan mantap di Kaltim mencapai 75,2 persen, atau sepanjang 673,12 km. Sedangkan jalan yang belum mantap sekitar 24,8 persen atau 221,97 km. Sedangkan, total panjang jalan provinsi adalah 895,09 km. Kemudian, sepanjang 257,03 km atau 28,71 persen jalan provinsi di Kaltim berada dalam kondisi baik. Kondisi sedang 416,10 km atau 46,49 persen, rusak ringan 104,3 km alias 11,65 persen, dan rusak berat sebanyak 13,15 persen atau 117,67 km. (riz/k16)

Tags: jalan rusakperbaikan jalan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Melanggar Kode Etik, Notaris EY Akan Dilaporkan ke MPD

Next Post

Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Perumda AUJ Bontang Ditahan

Related Posts

Jalan Pattimura Bontang Mulai Dicor, Akses Kendaraan Satu Arah
Bontang

Jalan Pattimura Bontang Mulai Dicor, Akses Kendaraan Satu Arah

15 Oktober 2026, 09:30
Jalan Soekarno-Hatta hingga Urip Sumoharjo Rusak, Pemkot Bontang Kejar Perbaikan Tahun Ini
Bontang

Jalan Soekarno-Hatta hingga Urip Sumoharjo Rusak, Pemkot Bontang Kejar Perbaikan Tahun Ini

20 Agustus 2026, 13:00
Rekonstruksi Jalan Asmawarman Bontang Mulai Dikerjakan, Drainase dan Bahu Jalan Jadi Prioritas
Bontang

Rekonstruksi Jalan Asmawarman Bontang Mulai Dikerjakan, Drainase dan Bahu Jalan Jadi Prioritas

20 Juli 2026, 14:00
Jalan Amblas di KM 6 Bontang Ditambal Sementara, Perbaikan Total Tunggu Pusat
Bontang

Jalan Amblas di KM 6 Bontang Ditambal Sementara, Perbaikan Total Tunggu Pusat

13 April 2026, 11:03
Jalan Amblas di KM 6 Bontang Dikeluhkan, Berulang Kali Sebabkan Kecelakaan
Bontang

Jalan Amblas di KM 6 Bontang Dikeluhkan, Berulang Kali Sebabkan Kecelakaan

13 April 2026, 08:59
Jalan Amblas di Tanjung Laut Indah Bontang Diperbaiki Permanen, Pemkot Siapkan Rp2,5 Miliar
Bontang

Jalan Amblas di Tanjung Laut Indah Bontang Diperbaiki Permanen, Pemkot Siapkan Rp2,5 Miliar

9 April 2026, 17:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.