BONTANG – Musim pancaroba saat ini tidak dapat diprediksi. Pasalnya, perubahan cuaca terjadi dalam hitungan menit. Jika datang angin kencang, gelombang hingga setinggi 2 meter pun dapat terjadi. Namun, angin kencang tersebut hanya datang secara tiba-tiba dan sebentar saja. Oleh karena itu Sat Polair Polres Bontang menyiagakan 2 kapal patroli laut. Polair Bontang pun mengimbau agar nelayan melengkapi alat pelindung diri (APD) sebelum berlayar.
Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasat Polair Polres Bontang AKP Kamaruddin mengatakan, kondisi cuaca tak dapat diprediksi. Cuaca yang awalnya cerah dapat berubah menjadi buruk dalam hitungan menit.
“Tapi biasanya sebentar saja, dan waktunya juga tidak dapat dipastikan. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada para nelayan dan nakhoda kapal motor sebelum berlayar harus melihat cuaca terlebih dulu, jangan langsung berlayar,” jelas Kamarudin, Selasa (5/12) kemarin.
Sejauh ini belum ada laporan yang masuk terkait laka air yang disebabkan buruknya cuaca. Dia berharap masyarakat selalu waspada sebelum berlayar.
“Pada dasarnya kami memberikan imbauan khusus kepada para pemilik kapal motor, nakhoda kapal dan nelayan, untuk musim ini kita lebih waspada dan berhati-hati. Masyarakat jangan langsung berlayar, apabila berlayar agar selalu menggunakan alat keselamatan demi mereka sendiri,” imbaunya.
Untuk mengantisipasi kecelakaan laut, Satpolair Polres Bontang juga menyiagakan 2 unit Kapal Patroli yang biasa dipakai untuk patroli. “Ada dua unit kapal yang kami siagakan untuk mengantisipasi jika terjadi laka laut,” ujarnya.
Selain dua Kapal Patroli milik Sat Polair, pihaknya juga kerjasama dengan PT. Badak dan PT. Pupuk Kaltim untuk menyiapkan Speed Boat. “Hal ini untuk berjaga-jaga bila ada kejadian kecelakaan laut (laka laut, Red),” imbuh Kamarudin
Setiap harinya petugas Satpolair juga melakukan patroli menggunakan kapal motor Patroli ke wilayah perairan Bontang. Selain untuk mengantisipasi laka laut, juga untuk mengantisipasi tindak kriminalitas. “Kami rutin setiap hari melakukan patroli, sekaligus melihat kondisi laut saat itu,” tandasnya.
Apalagi jika hari libur akhir pekan, Kamaruddin mengatakan tentu banyak masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata pantai atau laut. “Ini perlu pengawasan dan pengamanan dari kami,” tutupnya.(mga)







