• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Negara Kaya Borongan Vaksin Covid-19, Negara Miskin Tunggu Antrean

by Redaksi Bontang Post
13 Desember 2020, 19:00
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Margaret Keenan (tengah), 90, mendapat aplaus dari para staf setelah men- jadi orang pertama yang menerima vaksin Pfizer-BioNtech Covid-19 di Rumah Sakit Universitas di Coventry, Inggris Tengah, pada 8 Desember 2020. (JACOB KING/POOL/AFP)

Margaret Keenan (tengah), 90, mendapat aplaus dari para staf setelah men- jadi orang pertama yang menerima vaksin Pfizer-BioNtech Covid-19 di Rumah Sakit Universitas di Coventry, Inggris Tengah, pada 8 Desember 2020. (JACOB KING/POOL/AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Pfizer-BioNTech, Moderna, serta AstraZeneca menyatakan vaksin Covid-19 mereka lolos uji klinis tahap III, harapan bebas dari pandemi melambung. Terutama negara-negara kaya yang sudah memesan jutaan, bahkan miliaran dosis.

—

JUTAAN penduduk Inggris sudah divaksin Covid-19. Yang rawan tertular diprioritaskan. Vaksinasi dilakukan sejak Selasa (8/12). Bahrain, Kanada, AS, dan negara-negara anggota Uni Eropa (UE) segera menyusul. Bulan ini vaksinasi Covid-19 sudah dimulai. Semuanya memakai vaksin Pfizer-BioNTech.

Negara-negara kaya tersebut mengamankan stok vaksin sejak masih dikembangkan. Mereka rela membayar di muka. Begitu vaksinnya lolos uji klinis, mereka menjadi negara pertama yang disuplai. Mereka bahkan memiliki stok berlebih untuk setiap penduduknya. Kepala negara dan pemerintahan mereka berani menyatakan bahwa penduduk bisa mengakses vaksin secepatnya.

Baca Juga:  Termin Kelima, Vaksin Datang 540 Vial

Total penduduk negara kaya hanya 14 persen dari populasi dunia. Namun, mereka sudah membeli lebih dari 53 persen vaksin-vaksin yang paling mujarab. Terutama milik Pfizer-BioNTech, Moderna, serta AstraZeneca.

Hal itu berbanding terbalik dengan situasi di negara-negara yang kurang mampu. Berdasar data yang dirilis People’s Vaccine Alliance (PVA), hanya 1 di antara 10 penduduk di negara miskin yang akan menerima vaksin pada akhir 2021. Total, ada 67 negara miskin, mulai Mongolia hingga Mozambik. PVA merupakan koalisi lembaga HAM seperti Oxfam, Frontline AIDS, dan Amnesty International yang ingin memperjuangkan vaksin murah dan merata.

Negara-negara miskin tersebut bakal mengakses vaksin lewat COVAX. Itulah inisiatif global yang bekerja sama dengan produsen vaksin demi akses vaksin yang adil. Saat ini COVAX sudah mengamankan 700 juta dosis vaksin dari produsen. Vaksin tersebut akan dibagi untuk 3,6 miliar penduduk di 92 negara kategori menengah ke bawah.

Baca Juga:  Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Direkomendasikan untuk Divaksin Covid-19

”Tak seorang pun boleh dihalangi untuk mendapatkan vaksin yang bisa menyelamatkan nyawa dengan alasan negara tempat tinggalnya maupun uang yang mereka miliki,” terang Manajer Kebijakan Kesehatan Oxfam Anna Marriott sebagaimana dikutip BBC.

Direktur Frontline AIDS Lois Chingandu menegaskan, pandemi Covid-19 adalah masalah global. Karena itu, dibutuhkan pula solusi global. Jika penularan dan kematian di negara berkembang dan miskin terus terjadi, pembatasan perjalanan dan perdagangan tidak bisa dicabut.

”Ekonomi global bakal terus menderita selama mayoritas penduduk dunia tidak memiliki akses terhadap vaksin (Covid-19, Red),” tegas Chingandu sebagaimana dikutip Fortune.

Terpisah, WHO memaparkan bahwa vaksinasi bukan langkah mutlak untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Langkah-langkah pencegahan seperti menjaga jarak dan kebersihan serta memakai masker tetaplah nomor satu.

Baca Juga:  58 Ribu Vaksin Tahap II untuk Kaltim Tiba Pekan Depan

Direktur Departemen Imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kate O’Brien menyatakan, rayuan lebih efektif daripada paksaan. Pemerintah diminta membujuk rakyatnya dengan memaparkan berbagai manfaat vaksin Covid-19, bukan mewajibkan mereka untuk divaksin.

Kampanye vaksinasi memang diserahkan kepada setiap negara. Namun, WHO bersikukuh bahwa mewajibkan vaksinasi adalah hal yang salah. Pada masa lalu, ada banyak contoh bahwa mewajibkan vaksinasi hanya menjadi bumerang dan malah melahirkan penolakan.

”Posisi yang lebih baik sebenarnya adalah mendorong dan memfasilitasi vaksinasi tanpa persyaratan (diwajibkan) semacam itu,” tutur O’Brien sebagaimana dikutip RTE. (jawapos)

Tags: vaksin covid-19
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sudah Dua Kecamatan Basri-Najirah Unggul

Next Post

Basri-Najirah Menangi Pilkada, Hasil Pleno Tingkat Kecamatan

Related Posts

6 Ribu Anak di Bontang Belum Dapat Vaksin Lengkap Difteri
Nasional

Tahun Depan Vaksin Covid Masyarakat Umum Tidak Lagi Gratis

27 Juli 2023, 14:30
6 Ribu Anak di Bontang Belum Dapat Vaksin Lengkap Difteri
Bontang

Puskesmas Bontang Kembali Layani Vaksinasi Covid Semua Jenis

12 Juni 2023, 09:02
STR Berlaku Seumur Hidup, Ketua IDI Bontang Khawatirkan Kompetensi Nakes
Bontang

Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Diskes Imbau Segera Daftar

25 Mei 2023, 16:00
Uji Klinis Vaksin Merah Putih Mulai 8 Februari
Bontang

Pekan Depan Bontang Dapat Jatah Vaksin Covid, Diskes; Segera Daftar Stok Terbatas

29 April 2023, 09:00
Waktu Terbaik untuk Suntik Vaksin Booster saat Ramadan
Kesehatan

Kemenkes Wacanakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat, Ini Kelompok Prioritas

25 Juli 2022, 10:54
BIN Gelar Vaksinasi Lanjutan bagi Pelajar dan Masyarakat, 6.500 Dosis Sudah Tersalurkan
Bontang

Dapat Pasokan 1.500 Vial Vaksin, Prioritas untuk Pelajar

14 Oktober 2021, 13:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.