BONTANGPOST.ID, Bontang – Proses pencarian Saharuddin (39), nelayan asal Kelurahan Berbas Pantai yang dilaporkan hilang sejak Jumat (27/3), masih terus dilakukan. Tim Basarnas Cabang Balikpapan bersama instansi terkait hingga kini masih menyisir perairan.
Di tengah upaya pencarian, secercah harapan muncul. Istri korban, Nasriani, mengaku sempat menerima telepon dari suaminya pada Rabu dini hari (1/4) sekitar pukul 04.00.
Dalam percakapan singkat itu, Saharuddin menyebut dirinya berada di perairan Desa Semangko, Kecamatan Muara Badak. Namun komunikasi terputus karena kendala sinyal.
“Dia sempat menelepon dan memberitahukan posisinya. Saya juga dengar suara mesinnya. Katanya sedang menyisir pinggir untuk menghindari cuaca buruk,” ujar Nasriani.
Informasi tersebut langsung dilaporkan kepada tim pencarian dengan harapan dapat mempersempit area penyisiran. Tim SAR pun telah bergerak menyisir perairan Semangko, Muara Badak.
Meski demikian, hingga kini keberadaan korban maupun kapal yang digunakannya belum ditemukan.
Nasriani juga meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial. Ia menegaskan suaminya pergi melaut untuk mencari ikan, bukan bekerja di lokasi pengeboran minyak.
“Suami saya nelayan, bukan pekerja di pengeboran. Mohon doanya agar segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, memastikan proses pencarian masih terus berlangsung.
“Pencarian masih berjalan dan terus kami pantau. Tim Basarnas juga turun langsung membantu,” singkatnya.
Sebelumnya diberitakan, Saharuddin dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Muara Berau, Selat Makassar, sejak Jumat (27/3). Laporan diterima BPBD Bontang pada Minggu (29/3) dari pihak keluarga.
Menurut Ismail, korban merupakan nelayan pemancing tuna yang berangkat seorang diri sebelum akhirnya hilang komunikasi selama dua hari. (*)







