BONTANGPOST.ID, Bontang – Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di sejumlah SPBU masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Bontang. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta Pertamina menjaga pasokan agar antrean tidak kembali mengular.
Neni mengusulkan agar setiap SPBU mendapat pasokan sekitar 16 ribu liter Pertalite per hari. Dengan enam SPBU yang beroperasi di Bontang, kebutuhan distribusi harian diperkirakan mencapai 96 ribu liter.
Menurutnya, tambahan pasokan diperlukan untuk meredakan antrean yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, apabila peningkatan distribusi berisiko membuat kuota Pertalite 2026 habis sebelum akhir tahun, Pemkot Bontang siap mengusulkan tambahan kuota kepada BPH Migas.
“Kondisi saat ini sudah ditambah 16 ribu per SPBU. Jangan lagi dikurangi. Kalau kurang, kita minta tambahan,” ucap Neni.
Neni menyebut kebutuhan BBM subsidi di Bontang terus meningkat. Karena itu, persoalan kuota tidak cukup hanya dilihat dari jumlah yang tersedia, tetapi juga dari pola distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
Ia meminta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) menindaklanjuti kemungkinan penambahan kuota apabila hasil perhitungan menunjukkan ketersediaan Pertalite tidak mencukupi hingga Desember 2026.
“Kuncinya di distribusi. Soalnya penikmat BBM subsidi di Bontang setiap tahun bertambah. Jadi kuota harusnya juga bertambah. Biar tidak bersisa di akhir tahun,” katanya.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara PT Pertam6+ina Patra Niaga, Narotama Aulia Fajri, sebelumnya menyebut penyaluran Pertalite harus menyesuaikan dengan sisa kuota yang tersedia hingga Desember 2026.
Dalam kondisi normal, Pertamina memperkirakan pasokan sekitar 11 ribu liter per SPBU per hari masih dapat menjaga ketersediaan Pertalite hingga akhir tahun.
“Kalau situasi normal, nanti kita akan alokasikan per SPBU 11 ribu liter. Jumlah itu sudah pas sampai menutup akhir 2026,” ucap Narotama beberapa waktu lalu. (*)

