• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

NGERIII!!! Ada 210 Izin Tambang Siluman di Kaltim

by BontangPost
29 April 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Goenoeng Djoko Hadi, Pradarma Rupang(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Goenoeng Djoko Hadi, Pradarma Rupang(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sebanyak 210 izin usaha pertambangan (IUP) batu bara “siluman” alias ilegal diperkirakan ada di Kaltim. Hal ini merujuk selisih data antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) dengan Pemprov Kaltim.

Data dari kementerian per Desember 2017 silam menunjukkan, jumlah IUP di Kaltim ada sebanyak 1.194 izin. Sementara Dinas ESDM Kaltim mengklaim 1.404 IUP yang tercatat. IUP tersebut merujuk data yang diserahkan pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah kota (pemkot) di Kaltim pada 2016 lalu.

Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas ESDM Kaltim, Goenoeng Djoko Hadi mengungkapkan, pada 8 September 2016, pemkab dan pemkot di Kaltim telah menyerahkan data IUP batu bara pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Data itulah yang menjadi patokan pemprov.

“Hasil dari inventarisasi kami pada waktu penyerahan itu memang hanya ada 1.404 izin,” kata Goenoeng belum lama ini.

Data tersebut rupanya menimbulkan polemik di kalangan para pemilik perusahaan tambang. Sehingga beberapa di antaranya sempat melakukan protes pada Dinas ESDM. Kemudian setelah dicek, perusahaan itu tidak masuk dalam data yang diserahkan pemkab/pemkot. Menanggapi hal itu, Goenoeng mempersilakan mereka melakukan gugatan.

“Silakan saja mengadu pada Ombudsman atau PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara, Red.). Tetapi apapun yang terjadi, kami tetap berpegang pada data yang diserahkan kabupaten/kota pada provinsi,” tegasnya.

Baca Juga:  Borneo FC vs Gresik United, Laga Kandang, Harus Menang

Kata Goenoeng, merujuk Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penataan Pemberian Izin dan Non-Perizinan Serta Penyempurnaan Tata Kelola  Perizinan di Bidang Pertambangan, Kehutanan, dan Perkebunan Kelapa Sawit, pemprov masih menerapkan kebijakan moratorium izin pertambangan. Terutama untuk batu bara, pemerintah tidak menerbitkan izin baru.

“Jumlah IUP itu terdiri dari eksplorasi dan operasi produksi. Ada yang mempertanyakan izin baru operasi produksi. Bukan izin baru. Itu statusnya dari eksplorasi yang meningkat jadi operasi produksi,” urai Goenoeng.

Dari 1.404 IUP itu sendiri belum semuanya clean and clear (CNC). Sehingga masih ada yang akan dicabut izinnya. Bagi izin yang sudah dicabut, ke depan tidak akan lagi diakui pemprov. Artinya, kalau perusahaan itu masih nekat beroperasi, maka statusnya ilegal. “Selanjutnya kami menargetkan akan mencabut seluruh izin yang non-CNC,” tambahnya.

Sayangnya, Goenoeng berkilah belum dapat menyebutkan berapa jumlah IUP yang statusnya non-CNC. “Kalau jumlah izin yang sudah dicabut, nanti bisa tanyakan ke kantor,” lanjut dia.

Sementara itu Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang mempertanyakan ketidaksesuaian antara data dari kementerian dan dinas. Karena bila data yang dirilis kementerian hanya berjumlah 1.194 IUP, maka ada selisih 210 IUP dengan yang diakui Pemprov Kaltim.

Baca Juga:  KPU Bakal Kembalikan Rp 50 Miliar

Ditambah lagi, hingga kini Dinas ESDM Kaltim belum merilis jumlah IUP yang diserahkan pemkab/pemkot. Hal ini menurut Rupang, menguatkan dugaan adanya praktik korupsi di balik selisih jumlah IUP tersebut.

“Izin sebanyak itu dipaksakan muncul sejak April 2017. Alasannya IUP yang disetor kabupaten/kota. Padahal ada beberapa IUP yang tidak bisa masuk dalam verifikasi penataan. Jika tidak bisa diterima, harusnya sudah ditolak sejak awal,” sebut Rupang.

Menurut dia, bila pun angka 1.404 IUP itu diklaim benar oleh pemprov, maka seharunya pemprov mengajukan keberatan pada kementerian. Sampai saat ini, keberatan tersebut belum juga diverifikasikan.

Rupang menjelaskan, Kementerian ESDM menerbitkan data IUP batu bara di Kaltim merujuk empat kategori. Antara lain lolos administrasi, kewilayahan, neraca keuangan, dan teknis lingkungan. Bila satu saja kategori itu tidak memenuhi, maka IUP tidak akan lolos.

“Tetapi dengan adanya ketertutupan informasi mengenai data tambang dari Dinas ESDM, ada kesengajaan untuk meloloskan IUP-IUP bermasalah,” ucapnya.

Pun begitu, Kementerian ESDM juga sudah merilis nama-nama perusahaan yang dimaksud. Meliputi berapa yang sudah CNC dan berapa yang non-CNC. Sebanyak 950 dinyatakan CNC sedangkan 244  lainnya berstatus non-CNC. “Ini yang harusnya segera dicabut,” imbuh Rupang.

Baca Juga:  Smeltz Gabung Pesut Etam

Karena itu Jatam mendesak Dinas ESDM Kaltim merilis data tambang yang sudah dicabut. Pasalnya hingga kini dinas tersebut belum mempublikasi data izin tambang yang telah dicabut. Menurutnya, tidak relevan menjadikan kerusakan web sebagai alasan belum diunggahnya informasi tersebut

“Karena ada data pengajuan yang sudah dilakukan. Bukan urusan dinas mempublikasi siapa pemimpin perusahaan satu dengan lainnya. Dinas hanya bisa menerbitkan berdasarkan SK IUP yang sudah diterbitkan,” beber Rupang.

Dia menambahkan, kalau terjadi perubahan kepemilikan terkait SK IUP, tentu ada SK IUP baru yang menyatakan terjadinya pelimpahan atau diakusisi kepemilikan SK IUP. Atas dasar itu, Rupang meminta kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri selisih data izin tambang antara Dinas ESDM dan Kementerian ESDM. Sebab, dia menduga ada praktik korupsi di balik ketidakterbukaan pemerintah terhadap data tersebut.

“Kejaksaan dan KPK harus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan itu. Kami menduga ada tindak pidana korupsi di balik izin pertambangan ini,” pungkasnya. (*/um)

Tags: izin tambangkaltimMetro Samarinda
Share4TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Harga Juga Melonjak 

Next Post

Minta Like dan Share, Ngaku dari Facebook

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim
Kaltim

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

19 Mei 2022, 16:55

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.