• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Orang Tua Curhat di Dunia Maya, Mengeluh Sepatu Sekolah Kecil 

by BontangPost
26 Oktober 2017, 11:54
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
KELUHKAN: Para orang tua mengeluhkan bantuan sepatu sekolah yang didapatkan oleh putra-putrinya yang tidak pas.(Screenshoot Facebook) TEGASKAN: Kasi Kurikulum SMP Disdik yang sekaligus sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Saparuddin menegaskan persoalan ukuran merupakan tanggung-jawab pihak sekolah.(DOK/BONTANG POST)

KELUHKAN: Para orang tua mengeluhkan bantuan sepatu sekolah yang didapatkan oleh putra-putrinya yang tidak pas.(Screenshoot Facebook) TEGASKAN: Kasi Kurikulum SMP Disdik yang sekaligus sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Saparuddin menegaskan persoalan ukuran merupakan tanggung-jawab pihak sekolah.(DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Disdik Berpegang pada Data

BONTANG – Selain banyak yang berterima kasih telah terbantu, pendistribusian sepatu sekolah oleh Dinas Pendidikan (Disdik) juga menuai beragam polemik di masyarakat. Salah satunya ialah ukuran sepatu yang tidak sesuai dengan ukuran kaki siswa.

Beberapa cuitan orang tua pelajar melalui akun sosial media Facebook dihimpun oleh awak media Bontang Post. Misalnya, beberapa netizen mengatakan diperlukan pendataan terlebih dahulu supaya kejadian tidak terjadi.

“Coba kalau mau ngasih di data dulu anak-anak di sekolah, biar tahu ukuran kakinya biar tidak mubazir,” kata Jusma Hafiza di akun Bursa Berbagi Bontang.

Bahkan, akun Anang Pacman secara terang-terangan mengatakan kesalahan terletak pada orang yang melakukan pendataan. Mengingat terdapat jeda waktu yang lama saat pendataan dengan pendistribusian.

“Bukan salah guru kasih sepatu, salah yang data. Itu didata kan lama, kalau kasih sekarang ya tidak muat,” tulisnya.

Namun, ada juga yang beragumen itu merupakan kesalahan input data yang dilakukan oleh pihak sekolah. Ini dikarenakan tidak semua masyarakat mengalami kasus seperti ini.

“Di sekolah anak saya dari beberapa bulan yang lalu didata untuk sepatu dan bajunya buat disetor ke Dinas Pendidikan jadi muat malah agak besar sedikit, mungkin tergantung dari sekolahannya kali,” ungkap akun Wita Wulan.

Baca Juga:  Ciptakan Lingkungan Bersih, Bangun Unit Bank Sampah

Berbeda dengan di atas, terdapat pula komentar netizen yang menilai kesalahan ukuran dikarenakan siswa salah menyampaikan kepada pihak sekolah. Alhasil sekolah hanya melaporkan kepada Dinas Pendidikan sesuai dengan rekapan data.

“Sebenarnya, sebelumnya sudah didata kok anak-anak. Mungkin waktu anaknya ditanyain gurunya salah kasih nomor sepatu, jadi kekecilan,” tulis akun Yulinya Hamid.

Di sisi lain, terdapat beberapa masyarakat menyikapi permasalahan ini lebih ke arah teknis pendistribusian. Mengingat program ini merupakan bantuan Pemkot Bontang sehingga meringankan para orang tua terhadap kebutuhan anak sekolah.

“Kalau masih bisa ditukar dengan teman atau kenalannya yang ukurannya pas tidak akan mubazir kalau diusahakan. Bisa juga disimpan (buat) adeknya atau bagimana lah, mau disumbangkan juga tidak apa-apa. Mungkin karena baru tahap awal jadi sih saya maklum saja,” papar akun Elvira Tandigau.

Permasalahan ini terkuak setelah akun Zailand memposting permasalahan ini di forum Bursa Berbagi Bontang. Orang tua ini menceritakan bahwa anaknya memperoleh bantuan sepatu sekolah akan tetapi tidak bisa dipakai akibat ukurannya kecil.

“Maaf melenceng , mungkin ada yang punya solusi,  ini anakku dapat tas dan sepatu dari sekolahan tetapi sepatunya kecil sekali, tidak muat katanya. Mau ditukar tidak bisa, mungkin rekan-rekan ada solusinya bagaimana, terima kasih sebelumnya,” ketiknya.

Baca Juga:  Hebohnya ‘Bontang Pizza Day’ Garapan ICA Bontang dan Hotel Bintang Sintuk 

Ukuran Sepatu Ranahya Sekolah

Kasus pendistribusian sepatu yang tidak tepat ukuran langsung direspon oleh Dinas Pendidikan (Disdik). Kasi Kurikulum SMP Disdik yang sekaligus sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Saparuddin berpegang pada data yang telah disetor oleh masing-masing sekolah.

“Kalau ukuran itu kami terima dari sekolah. Yang ukur itu ranahnya sekolah,” kata Saparuddin saat dihubungi via telepon, kemarin (25/10).

Saat ini, ia masih menyimpan file hasil rekapan data dari pihak sekolah. Menurutnya, pendataan dilakukan pada bulan Maret, jika dikalkulasi maka proyek ini memakan waktu 7 bulan.

Diakuinya pendistribusian sempat molor mengingat ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pendataan, proses pelelangan, uji lab, pengerjaan, hingga pendistribusian.

“Proses lelang juga sekali gagal sehingga butuh waktu 2 bulan,” paparnya.

Ia meminta kepada penerima bantuan yang mendapatkan ukuran sepatu yang tidak sesuai untuk melapor kepada pihak sekolah. Permasalahan ini juga dapat disiasati dengan menukar dengan penerima bantuan lainnya apabila ada yang mengalami ketidakcocokan ukuran.

“Orang tua silahkan menyampaikan ke sekolah. Bisa juga tukar dengan temannya yang ukurannya lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Trek Ekstreme Warnai Offroad Bhayangkara Cup II 2017

Namun, Disdik melakukan garansi terhadap sepatu yang rusak dengan ketentuan cacat mutu. Bahkan Disdik akan mengganti dengan barang baru jika terdapat laporan dari masyarakat yang disampaikan kepada pihak sekolah.

“Segera lapor kalau ada yang rusak cacat mutu, contohnya itu kan sepatu buat sekolah jadi kami tidak akan menerima kalau ternyata itu digunakan untuk sepak bola, karena beda fungsinya,” paparnya.

Garansi ini diakomodir oleh penyedia jasa dengan durasi selama 1 bulan. Pihak Disdik mengimbau mengingat barang yang rusak akan dikirim ke Surabaya di mana tempat penyedia jasa membuat maka perlu waktu untuk pengiriman.

“Kalau 2 minggu ini ada yang rusak cepat lapor ke sekolah supaya bisa kami kirim segera ke pabriknya,” tuturnya.

Dua hari ini, Disdik melakukan pendistribusian sepatu. Dikatakannya sampai saat ini masih terdapat sekolah yang belum menerima bantuan ini secara lengkap.

Sebagai informasi bantuan sepatu gratis ini diberikan oleh Pemkot Bontang kepada 38.727 siswa baik di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun total anggaran dari proyek ini sejumlah Rp 6,7 miliar. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bantuanbontangSepatu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Proses Merapikan Bekas Galian Jargas Dikerjakan Tim Lain

Next Post

Pemkot Bakal Tutup THM Prakla

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
Bantu Korban Banjir Luwu Utara, Lintas Organisasi di Bontang Gelar Penggalangan Dana
Bontang

Bantu Korban Banjir Luwu Utara, Lintas Organisasi di Bontang Gelar Penggalangan Dana

16 Juli 2020, 09:13

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.