• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pabrik Telur Puyuh Dikucur Dana Rp 137 M

by BontangPost
21 Maret 2018, 11:54
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
BERI PENJELASAN: Direktur Utama Perusda AUJ Bontang, M Zuchli Imran memaparkan rencana investasi perusahaan dari Korea Selatan.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

BERI PENJELASAN: Direktur Utama Perusda AUJ Bontang, M Zuchli Imran memaparkan rencana investasi perusahaan dari Korea Selatan.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG  – Geliat industri di Kota Taman bakal bertambah. Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Bontang, M Zuchli Imran mengatakan, investor dari Korea Selatan bakal mengucurkan 10 Juta US Dollar. Rencananya, dana itu untuk pembangunan pabrik telur puyuh. Jika dirupiahkan maka dana investor yang masuk Bontang sebesar Rp 137.590.000.000 (1 usd : Rp 13,759).

Imran juga telah mengetahui bahwa pabrik tersebut akan produksi satu juta butir per harinya. Akan tetapi berapa kalkulasi keuntungan dari produksi itu belum diperoleh informasinya. “Kalau keuntungannya saya belum tau,” kata M Zuchli Imran usai menghadiri rapat dengar pendapat terkait peningkatan PAD melalui Perusda, Senin (19/3).

Baca Juga:  Penyediaan Air Bersih Dilirik Investor 

Tak hanya itu, potensi kebutuhan tenaga kerja dari berdirinya pabrik ini sangat banyak. Di bagian produksi saja membutuhkan sekitar 50 orang. Nantinya perusahaan ini akan dilengkapi 12 unit truk guna proses distribusi.

“50 orang itu belum termasuk security, pengemudi, teknisi listrik,” paparnya.

Permasalahan yang dihadapi ialah kesediaan lahan. Perkiraannya untuk pembangunan ini membutuhkan 3,5 hektare. Namun Berdasarkan arahan dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bakal menyiapkan sejumlah 8-10 hektare.

“Karena kalau ini bagus (bisnisnya), bakal segera diteruskan pengembangannya,” ucapnya.

Pabrik ini memang direncanakan akan membuka unit di daerah lain. Namun dipastikan induknya berada di Bontang.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi II DPRD Arif mendukung penuh upaya investasi ini. Dikatakannya, hadirnya pabrik ini tentunya juga dapat meningkatkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).Perihal kekhawatiran Perusda AUJ sehubungan perizinan, bukanlah merupakan masalah yang berat.

Baca Juga:  Resto Cepat Saji Hadir Lagi

“Sudah ada Perda pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal itu mempermudah investasi,” kata Arif.

Sehubungan dengan pembukaan lapangan kerja, tentunya menjadi angin segar bagi masyarakat. Menurutnya, ini akan mengurangi angka pengangguran. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) angka pencari kerja di tahun lalu mencapai 11.535 orang.

Mengenai lahan, Komisi II akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Bontang. Gambarannya, bekas arena terbang layang, Bontang Lestari akan dijadikan sentra industri. Salah satunya untuk pembangunan pabrik produksi telur puyuh tersebut.
“Disana ada total lahan 67,49 hektare. 4 hektare dibuat sentra industri, sisanya bisa untuk membangun pabrik itu,” pungkas Arif. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: investorPabrik Telur Puyuh
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dewan Diduga Tak Cuti Saat Kampanye

Next Post

Lagi, Travel Umrah Disorot Kemenag

Related Posts

Investor Pelabuhan Peti Kemas Kabur, Ini Penyebabnya
Bontang

Investor Pelabuhan Peti Kemas Kabur, Ini Penyebabnya

10 Januari 2023, 13:58
Disdamkartan Ingin Masuk Tim Perizinan, Ini Kata DPM-PTSP
Bontang

Proyek Kilang Ditunda, DPMPTSP Susun Strategi Gaet Investor

10 Juni 2020, 17:30
Kawasan Wisma Atlet Menunggu Investor
Bontang

Kawasan Wisma Atlet Menunggu Investor

6 Desember 2018, 17:50
Resto Cepat Saji Hadir Lagi
Bontang

Resto Cepat Saji Hadir Lagi

7 Agustus 2018, 11:51
Neni Bertemu Investor dari Korea 
Advertorial

Neni Bertemu Investor dari Korea 

13 Maret 2018, 00:03
ASN Ditantang Hadirkan Investor
Kaltim

ASN Ditantang Hadirkan Investor

21 Februari 2018, 11:35

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.