• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

“Panggil Aku Teman Tuli, Bukan Tunarungu”

by Fitri Wahyuningsih
22 September 2021, 10:43
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Inbis Permata Bunda Anggi V Goenadi berbincang dengan Muhammad Agus Setiawan. (Nasrullah/bontangpost.id)

Kepala Inbis Permata Bunda Anggi V Goenadi berbincang dengan Muhammad Agus Setiawan. (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id —  Masih ada yang salah kaprah kala menyebutkan istilah bagi para difabel. Seperti pada mereka yang mengalami gangguan pendengaran. Masyarakat kerap menggunakan istilah tunarungu alih-alih Tuli. Sebab istilah tunarungu dianggap lebih sopan ketimbang Tuli. Padahal pemaknaan tunarungu sejatinya menyinggung perasaan mereka.

Kepala Inkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda Anggi V Goenadi menjelaskan bila tunarungu dianggap teman Tuli sebagai label yang melekat tentang kondisi medis. Definisinya terkait dengan kerusakan, ketidakmanpuan indera pendengaran, karena ada kata ‘tuna’ di dalamnya.

“Menurut teman Tuli, itu jadi semacam judgement di masyarakat kalau mereka itu tidak mampu,” terang Anggi ketika ditemui bontangpost.id di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (21/9/2021) sore.

Sedangkan Tuli dengan huruf T kapital adalah pilihan entitas yang mereka yakini dan pahami. Tuli jadi cerminan budaya, bahwa mereka bukan tidak mampu berkomunikasi, namun punya cara berbeda dalam berkomunikasi. Yakni melalui bahasa isyarat.

Yang jadi soal, kata Anggi, istilah tuli di masyarakat kerap dijadikan umpatan. Dalam pemaknaan masyarakat umum diasosiasikan sesuatu yang buruk atau jelek. Sebabnya untuk menegaskan perbedaan itu digunakan T besar, untuk menyebut Tuli. Tuli menandakan subjek yang aktif dan setara dengan individu lain.

“Misalnya di tongkrongan ada teman yang fokus sama lain hal atau tidak dengar ketika temannya yang lain bicara, lalu diteriakin ‘dasar tuli’. Padahal Tuli dan tuli punya makna berbeda,” terang Anggi.

Lebih jauh dia menerangkan, masyarakat kerap memaksakan apa yang menurut mereka sopan kepada teman Tuli. Sebabnya kata tunarungu tetap dianggap lebih sopan ketimbang Tuli. Padahal mereka lebih nyaman dan lebih suka disebut Tuli. “Kadang kita terlalu egois, maksakan kata yang menurut kita halus. Tapi problemnya kenapa kita yang ngeyel, padahal mereka yang berhak,” tegasnya.

Bahkan secara umum, lanjut Anggi, istilah penyandang disabilitas pun cukup problematik. Kata disabilitas berakar dari bahasa Inggris disability, yang berarti cacat atau ketidakmampuan. Sebabnya mereka lebih suka bila disebut difabel, berasal dari kata different ability, alias mereka mampu namun punya cara berbeda. Sementara penyandang disabilitas menurut UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mencakup aspek sosial dan medis.

“Campaign besarnya, mereka ini bukan tidak mampu. Logika yang terbangun jadinya kan mampu, tidak mampu. Normal, tidak normal. Padahal kata kuncinya mereka punya cara berbeda,” urainya.

Sementara, salah seorang teman Tuli yang bernaung di Inbis Permata Bunda Muhammad Agus Setiawan (28) membenarkan bila dirinya lebih senang disebut Tuli ketimbang tunarungu. Tuli merupakan identitasnya. Seorang Tuli itu mampu membantu orang lain, bisa berdaya, dan bisa berusaha.

“Tunarungu berarti tidak bisa apa-apa. Sementara kami (Tuli) bisa berbuat sesuatu,” kata Agus. (*)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hak Jawab Ketua PWI Kaltim

Next Post

Tambang Ilegal Seluas 11 Lapangan Bola, Angkutan Pakai Jalan Umum

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.