BONTANG – Badak LNG kembali memberdayakan masyarakat secara keseluruhan, khususnya bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang melalui kegiatan Penanaman Buah Naga dan Panen Ayam Organik, Program Kampung Asimilasi Bontang Lestari, Rabu (17/5) kemarin.
Turut hadir Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Director & COO Badak LNG Yhenda Permana, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM RI Kaltim Agus Saryono, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Kalapas Kelas III Bontang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bontang, DPP PWP Badak LNG, LAZ Yaumil Badak LNG, hingga seluruh warga binaan Lapas Bontang.
Dalam sambutannya, Yhenda Permana menerangkan, kegiatan ini merupakan program Community Development (Comdev) dengan melakukan pendampingan dan pengembangan program di Lapas Bontang. Dengan jumlah warga binaan sebanyak 790 orang, tentunya Lapas memerlukan kerja sama multi pihak untuk melakukan asimilasi bagi warga binaan yang sudah menjalani sepertiga masa hukuman.
Berawal dari kunjungan Tim Corporate Social Responsibility (CSR) Badak LNG ke Lapas pada Juni 2016 lalu, dengan tujuan mengetahui sejauh mana keinginan dan kemauan warga Lapas untuk mengembangkan skill yang dimiliki. Dengan tujuan melatih kemandirian dan kesiapan warga binaan Lapas. Dalam pelaksanaannya, Badak LNG juga menggandeng mitra binaan, PWP dan LAZ Yaumil Badak LNG, untuk dapat memberikan sharing knowledge serta motivasi bagi warga binaan sehingga mereka termotivasi menjadi entrepreneur atau tenaga kerja produktif.
Adapun program yang telah berjalan, diantaranya Program Ternak Ayam Organik, bantuan berupa bibit dan kandang ayam dan sudah melakukan 4 kali panen. Pemanfaatan drum untuk kerajinan furniture (sofa, meja, dan lemari), bantuan sebanyak 52 drum. Hortikultura, penanaman buah naga dan tanaman cabai, berupa 500 bibit cabai dan 500 bibit buah naga, serta kompos dari mitra binaan “Ternak Mandiri”. Hidroponik kerja sama dengan LAZ Yaumil Badak LNG yang juga melakukan pelatihan pengelasan di Lapas, hingga pembinaan keagamaan dan psikologis, kerja sama LAZ Yaumil dan PWP Badak LNG.
Selain pendampingan, saat ini penghasilan warga binaan Lapas Bontang yang terlibat dalam program comdev Badak LNG, akan disimpan melalui tabungan program asimilasi warga binaan. Tabungan ini dapat dimanfaatkan ketika ada keperluan mendesak dari keluarga. Jumlah yang dapat diambil hanya setengah dari tabungan mereka miliki, karena nantinya saat kembali ke masyarakat, hasil dari tabungan dapat digunakan sebagai modal usaha.
“Melalui Program Kampung Asimilasi Bontang Lestari, kami berharap dapat membantu Lapas Bontang untuk mempersiapkan warga binaan yang produktif, handal dan siap berkarya di masyarakat. Karena sesuai visi misi Comdev Badak LNG ialah Untuk Maju Bersama Masyarakat, juga sebagai wujud Badak LNG mendukung visi dan misi Kota Bontang menjadi Smart City, Green City, dan Creative City,” jelas Yhenda.
Sementara itu, Basri Rase mewakili Pemkot Bontang mengapresiasi Badak LNG yang telah banyak memberikan sumbangsih serta kontribusinya kepada Pemkot Bontang, khususnya Lapas Kelas III Bontang. Ia pun mengucapkan terima kasih karena program CSR Badak LNG juga bersinergi dengan visi dan misi Kota Bontang, yakni Smart City, Green City, dan Creative City.
“Tidak semua perusahaan sempurna dalam menjalankan program-programnya, namun Badak LNG sangat baik dan luar biasa pembinaanya secara berkesinambungan. Atas nama Pemkot Bontang, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Badak LNG, ibu-ibu PWP, juga LAZ Yaumil atas pembinaan yang diberikan kepada warga binaan. Mudah-mudahan bantuan semacam ini tidak terhenti sampai di sini,” tutupnya. (ra/adv)







