BONTANGPOST.ID, Bontang – Proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD 002 Bontang Barat, di Jalan Pontianak 4, Gunung Telihan mendapat catatan legislator. Ketua Komisi A DPRD Heri Keswanto menyoroti sejumlah pekerja yang tidak memakai alat pelindung diri. Mulai dari helm hingga sepatu proyek.
“Ini keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak diperhatikan oleh kontraktor. Harusnya konsultan juga melakukan teguran,” kata Heri.
Politikus Gerindra ini menilai untungnya selama ini tidak terjadi kecelakaan kerja saat proyek berlangsung. Ia pun menanyakan kepada kontraktor apakah sudah meminta pekerja untuk memakai APD ketika bertugas. Karena fakta di lapangan, khususnya yang bekerja di lantai atas tidak menggunakan satu APD pun.
“Saya tidak mau ada korban. Untungnya seperti itu saat ini,” ucapnya. Selain itu, ia juga menyorot tangga tanpa ada pagar pelindung. Termasuk tempat untuk mengatrol material semen dari lantai dasar juga tidak berdinding. Menurutnya kondisi ini membahayakan keselematan pekerja.
“Yang ambil semen itu dua orang. Kalau tidak ada dindingnya terus jatuh seperti apa,” tutur dia. Sementara Direktur CV Surya Jaya Konstruksi Setyo Broto Praktikno menegaskan sejatinya perusahaan telah menyiapkan alat pelindung diri. Tetapi pekerja ketika selesai bertugas membuangnya.
“Ada APD yang hilang selesai bekerja. Tetapi ini menjadi bahan evaluasi kami ke depannya,” terangnya. Pembangunan di SD 002 Bontang Barat ini untuk delapan ruang kelas baru. Terdiri dari dua lantai. Di tambah fasilitas toilet untuk sisi samping bangunan. Artinya masing-masing lantai terdiri dari empat kelas.
Berdasarkan pengamatan Kaltim Post, kekurangan kompenen yang harus diselesaikan kontraktor mencakup pembuatan dinding di lantai atas, pemasangan plafon, pemasangan keramik, pengecatan, hingga pemasangan paving block untuk halaman sekolah. (*)



