BONTANGPOST.ID, Bontang – Keterlambatan penyelesaian pembangunan ruang kelas baru SD 002 Bontang Barat memiliki dampak. Utamanya bagi pihak sekolah. Pasalnya tambahan RKB ini belum cukup untuk membuat seluruh siswa akan menempati bangunan sekolah di lokasi baru tahun ini.
Kepala SD 002 Bontang Barat Suhartini mengatakan saat ini pihak sekolah memakai tiga ruang yang sebelumnya dibangun melalui APBN tahun lalu. Tiga rombel itu terdiri dari kelas 5 dan 6. Khusus kelas 6 terdapat dua rombel.
“Sarana yang dibangun itu kami pakai sementara. Sisanya masih menempati bangunan sekolah lama yakni di Kanaan,” kata Suhartini.
Sejatinya tiga ruangan itu diproyeksikan untuk laboratorium komputer, ruang guru, perpustakaan, dan UKS. Nantinya delapan rombel pasca pembangunan akan ditempati siswa kelas lainnya.
Namun demikian, pasca molornya pembangunan berdampak kepada pengajuan penambahan RKB berikutnya. Mengingat jumlah ini belum mampu menampung seluruh rombel yang ada di SD 002 Bontang Barat. Total terdapat 11 rombel di satuan pendidikan tersebut.
“Imbasnya pembangunan tentu di tahun berikutnya. Karena tidak bisa dengan mata anggaran sama dalam satu tahun. Nantinya pembayaran kontraktor ini di APBD Perubahan,” ucapnya.
Menurutnya diperlukan tambahan empat ruang kelas lagi. Asumsinya jika nanti pada saat penerimaan peserta didik baru (PPBD) kelas satu terdapat dua rombel. Belum lagi lokasi baru ini juga belum ada ruang kepala sekolah. Termasuk untuk aula ketika ada pertemuan.
“Belum bisa semua relokasi di bangunan baru tahun ini,” tutur dia.
Ia berharap melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk menganggarkan penambahan RKB di 2026 mendatang. Tujuannya agar sekolah tidak memberlakukan skema dua sif pembelajaran dan menempati lahan baru.
Diketahui pembebasan lahan di Jalan Pontianak 4 ini dilakukan pada 2015 silam. Total lahan yang tersedia 8.070 meter persegi. Sementara jumlah siswa SD 002 Bontang Barat mencapai 246. Tiap rombel berisi 28 siswa. (*)



