SAMARINDA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Perhubungan (Dishub), manajemen Bandar Udara (Bandara) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, dan Kementerian Perhubungan sedang bergeliat memperluas wilayah operasional bandara yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo tersebut.
Teranyar, sejumlah maskapai mengajukan slot time penerbangan nasional di APT Pranoto. Maskapai seperti Lion Air Grup dan Garuda Indonesia telah mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan untuk melayani penerbangan di bandara yang terletak di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda itu.
Hal itu sebagai tindak lanjut atas permintaan presiden pada 25 Oktober lalu. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta kementerian dan pemerintah daerah, dalam dua pekan dapat membuka rute penerbangan Samarinda-Surabaya dan Samarinda-Jakarta.
Dalam perkembangannya, Kepala Dishub Kaltim Salman Lumoindong melaporkan pada Minggu (28/10) kemarin, slot time penerbangan Lion Air Grup dan Garuda Indonesia telah disepakati Kementerian Perhubungan dan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Samarinda.
Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Samarinda, Abdurahman Alhasni mengatakan, seiring pembukaan rute penerbangan nasional tersebut, Pemprov Kaltim mesti memerhatikan akses jalan menuju bandara itu.
“Sementara ini bukan bandara yang jadi hambatan. Justru jalan menuju bandara itu yang jadi masalah. Pemprov Kaltim harus memperhatikan itu. Karena masih banyak yang perlu dibenahi di jalan menuju bandara,” imbuhnya.
Ketika banjir berlangsung, pengguna jalan poros Samarinda-Bontang akan menghadapi kemacetan parah. Bahkan, jika banjir sedang berada pada ketinggian tertentu, jalan tidak dapat dilewati.
“Kalau hujan, kemudian ada banjir, kita enggak bisa lewat. Di mana lagi pengendara mau lewat ke bandara selain di jalan satu-satunya itu?” tanya politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Masalah lain yang dihadapi pengguna jalan poros Samarinda-Bontang yakni sempitnya ruas jalan. Apabila dua kendaraan besar saling berpapasan, maka akan menimbulkan kemacetan parah.
Akibatnya, meski jarak tempuh dari Samarinda menuju Balikpapan memakan waktu sekira dua setengah jam, masyarakat akan lebih memilih Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Pasalnya, jalan menuju Balikpapan relatif lengang dan bebas macet. Pilihan tersebut terbilang masuk akal. Sebab pada umumnya masyarakat tidak ingin dirugikan karena ketinggalan pesawat.
“Jarak tempuh dari Samarinda Kota ke Bandara APT Pranoto itu sekitar satu jam. Itu pun kalau tidak ada kemacetan. Kalau begitu, orang akan berpikir lebih enak ke Balikpapan,” ucapnya.
Alhasni menyarankan pemprov mengalokasikan anggaran perbaikan dan pelebaran jalan poros Samarinda-Bontang di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kaltim 2019.
“Jalan itu yang harus diutamakan dulu. Apa artinya bandara melayani penerbangan nasional, sementara jalannya tidak layak? Karena ini akan mempengaruhi minat masyarakat memilih Bandara APT Pranoto,” sarannya. (*/um)






