BONTANGPOST.ID, Bontang – Penggunaan Almunium Composite Panel (ACP) di gedung RSUD Taman Husada dikeluhkan. ACP dinilai membuat gedung menjadi minim sirkulasi udara dan pencahayaan.
Lebih dari itu, ACP yang berlebihan bisa mengurangi tingkat keamanan. Seperti di gedung utama RSUD Taman Husada yang hampir semua sisinya dipasangi ACP.
“Semoga tidak ada bencana, tapi tetap harus dipikirkan mitigasinya. Jendela yang bisa jadi jalan keluar darurat tidak bisa digunakan karena tertutup ACP,” kata salah satu keluarga pasien.
Menanggapi itu, Wakil Direktur bidang Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Taman Husada, Vicky Rizki Riadis, mengatakan penggunaan ACP sudah melalui perencanaan dan kajian sebelum dilakukannya renovasi terhadap gedung.
Kemudian dalam setiap ruangan yang ada di RSUD Taman Husada turut dilengkapi dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
“Tidak perlu khawatir, kalau evakuasi dari jendela juga tidak direkomendasikan lagi. Makanya ada jalur evakuasi dan APAR di setiap ruangan. Petugas kami juga diwajibkan bisa menggunakannya,” ujar Vicky.
Kata dia, dipilihnya penggunaan ACP, selain untuk mempercantik tampilan gedung RSUD Taman Husada. Tujuan utamanya adalah untuk memangkas biaya perawatan pengecatan gedung.
Di mana dalam satu kali pengecatan bisa menelan biaya hingga Rp4 miliar. Kemudian dari sisi ketahanan pengecatan gedung hanya mampu bertahan sekitar tiga tahun.
Sementara, penggunaan ACP diklaim dapat bertahan sekitar 10 sampai 15 tahun. Dari sisi perawatannya juga disebut terbilang cukup mudah. Hanya perlu dilap atau dibersihkan.
“Jadi pertimbangannya itu, selain untuk estetika, juga untuk menghemat biaya perawatan. Vendor menjamin itu (kualitas ACP),” ungkap Vicky. (*)


