bontangpost.id – Meski sempat tertunda karena dana alokasi khusus (DAK) dialihkan untuk refocusing Covid-19, pengerjaan Jembatan Pontianak telah dimulai sekitar Juni lalu.
Diketahui, pagar pembatas jembatan tersebut telah diratakan. Pemasangan pancang pun selesai.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurdin menyebut waktu untuk memasang pancang sempat molor sampai 15 hari. Dari target sebelumnya 10 hari.
“Atas permintaan warga, pancangnya dipasang perlahan. Karena mempengaruhi getaran. Jadi agak lambat,” sebutnya.
Namun ia menegaskan belum bisa memberikan angka pasti progres pengerjaan jembatan. Sebab masih menunggu hasil kesimpulan mengenai perhitungan progres tersebut.
“Jika hasilnya nanti tidak sesuai dengan kondisi lapangan, tentu kami akan lakukan perhitungan kembali,” katanya.
Diketahui, penutupan jalan akan berlangsung hingga jembatan siap digunakan seutuhnya. Artinya, pengerjaan harus final sampai jembatan atas. Jika sudah dicor, tentu tidak bisa langsung dilewati. Karena harus ada umur beton. Di mana normalnya bisa berumur sampai 28 hari.
Baca juga; Pembangunan Jembatan Pontianak Dimulai, Jalan Bakal Ditutup Sementara
“Tapi kan enggak mungkin ditutup sampai 28 hari lagi. Nah sekarang kan ada beton fast track yang bisa menyesuaikan waktunya. Jadi ada kemungkinan setelah pengerjaan selesai, seminggu kemudian, sudah bisa dilewati,” jelas Anwar.
Diungkapkannya, setelah pengecoran pun, jembatan akan diaspal. Utamanya untuk menutup pori-pori beton agar air tak sampai ke dasar. “Kalau bagian dasar rusak, lalu dilintasi kendaraan, lama-kelamaan bisa jebol,” lanjutnya.
Sebagai informasi, volume jembatan tersebut memiliki panjang sekira 16-18 meter dan lebar 5 meter. Dirancang menggunakan gelagar baja, jembatan itu diklaim bisa menopang beban di atas 10 ton.
Diperkirakan, penutupan dilakukan hingga Desember mendatang. Sementara mobilisasi aktivitas warga sekitar menggunakan Jalan Pontianak 1 yang terhubung ke Jalan Asmawarman. (*)







