• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pembangunan IKN, Para Pekerja Wajib Bersertifikat

by M Zulfikar Akbar
9 Desember 2019, 15:25
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Lokasi yang direncanakan menjadi IKN. Tenaga kerja lokal bisa diandalkan untuk menyukseskan pengerjaan proyek konstruksi ibu kota negara (IKN) baru. Sebab saat ini Kaltim punya ribuan tenaga kerja konstruksi bersertifikat. (prokal)

Lokasi yang direncanakan menjadi IKN. Tenaga kerja lokal bisa diandalkan untuk menyukseskan pengerjaan proyek konstruksi ibu kota negara (IKN) baru. Sebab saat ini Kaltim punya ribuan tenaga kerja konstruksi bersertifikat. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Tenaga kerja lokal bisa diandalkan untuk menyukseskan pengerjaan proyek konstruksi ibu kota negara (IKN) baru. Sebab saat ini Kaltim punya ribuan tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

BALIKPAPAN – Tahun depan, proyek pembangunan ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara dan Samboja, Kutai Kartanegara diproyeksikan mulai berjalan. Diawali dengan pengerjaan konstruksi. Berjalannya proyek ini diharapkan bisa merekrut ribuan tenaga kerja lokal yang terampil dan tersertifikasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim Taufik Fauzi menyebutkan, selama lima tahun mendatang pihaknya menargetkan ada 37.086 tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat. Kebijakan itu sesuai RPJMD Kalimantan Timur 2019-2023, sehingga tenaga kerja (naker) langsung terserap lapangan kerja. “Ini sangat bersesuaian dengan ditetapkannya Kaltim sebagai IKN,” ujarnya (8/12).

Baca Juga:  Nasib Kaltim di Tengah Pembangunan IKN, Ada 130 Desa Belum Tersentuh Aliran Listrik

Taufik menerangkan, guna mewujudkan target itu pihaknya berkomitmen melakukan upaya meningkatkan peran. Khususnya tenaga ahli lokal Kaltim. Di antaranya, Dinas PUPR Kaltim telah melakukan upaya berupa memberi bantuan pendanaan dalam proses sertifikasi tenaga ahli untuk memperoleh sertifikat keahlian dan keterampilan.

Dimulai pada 2017 hingga 2019, program ini telah membantu sebanyak 1.039 orang untuk mendapatkan Sertifikat Keahlian (SKA) dan sekitar 1.746 orang untuk mendapatkan Sertifikat Keterampilan (SKT). “Ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2/2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat,” ungkap Taufik.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, sertifikasi belum jadi kebutuhan para pekerja karena masih sebatas kegiatan formalitas. Terlebih, sertifikat profesi di Indonesia atau di Kaltim saat ini juga belum menjadi acuan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Banyak keluhan sertifikasi yang mahal. Selain itu belum menjadi acuan kualitas SDM apabila mendaftar ke perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pusat Latihan Sepak Bola Dibangun di IKN

Tentunya dengan tenaga kerja di Indonesia bersertifikat nantinya dapat memunculkan standar kompetensi SDM. Standar itu menjadi sebuah acuan penilaian apakah pekerja sudah memenuhi standar atau belum sehingga daya saing SDM Bumi Etam dan produktivitas pekerja akan meningkat. “Dengan demikian kualitas tenaga kerja yang tersertifikat merupakan jaminan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan sertifikasi para pekerja dapat dilakukan terobosan dengan mewajibkan sertifikasi di bidang tertentu yang memegang peranan penting di sebuah perusahaan seperti posisi manajer dan tenaga ahli yang harus tersertifikasi.

“Seperti pembangunan IKN nantinya butuh tenaga kerja yang terampil. Hal ini juga bisa meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Tinggal bagaimana pemerintah memberikan bantuan sertifikasi. Kami juga konsen pada sertifikasi. Beberapa pelatihan telah kami lakukan,” tutupnya. (aji/ndu/k18/prokal)

Baca Juga:  Menunggu Kesiapan Hunian, Pemindahan ASN ke IKN Diundur
Tags: ibu kota baruiknTenaga Kerja Lokal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Selidiki Kasus Penemuan Bayi Tanpa Kepala, Polisi Hari Ini Kembali Olah TKP di PAUD

Next Post

Peringati Hakordia 2019, BPJAMSOSTEK Cabang Bontang Ajak Peserta Lawan Korupsi

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.