• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pembangunan IKN Butuh Rp 466 Triliun, APBN Tak Sanggup

by Redaksi Bontang Post
21 Februari 2022, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Titik Nol IKN

Titik Nol IKN

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim tidak akan menyentuh dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal itu disampaikan Ariesy Tri Mauleny, periset pada Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR dalam Kaltim Post Talk Show #32  “Skema Pembiayaan IKN dan Pro-Kontra”, Jumat (18/2) lalu.

Menurutnya, penggunaan dana PEN untuk pembangunan IKN sudah diwanti-wanti Komisi XI DPR RI. Dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan (Menkeu), pemerintah dilarang menggunakan dana PEN untuk membiayai IKN baru. Sebab, peruntukan dana PEN untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Sebagaimana diatur dalam UU 2/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

“Jadi tidak cocok untuk IKN. Dan saya pikir pemerintah tidak berani melakukan itu. Karena akan melanggar amanat undang-undang,” katanya. Anggaran PEN 2022 memang sangat besar. Jumlahnya Rp 455,62 triliun. Uang itu diperuntukkan untuk pembiayaan tiga klaster program. Yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi. Leny melanjutkan, tahun ini pembangunan IKN menggunakan realokasi anggaran dari kementerian dan lembaga yang sudah dialokasikan pada APBN 2022.

“Kalau tahun 2023, kita belum tahu. Karena tiap tahun akan dibahas, mengenai pemanfaatan APBN. Dan tugas kita, mengawal agar APBN tetap peruntukannya,” ucapnya. Dikatakan Leny, dalam menyusun perencanaan pemindahan IKN, pemerintah juga mengkaji dan membandingkan pemindahan IKN yang dilakukan negara lain. Walaupun tak jarang ada negara yang gagal, seperti Myanmar. Namun, untuk negara yang berhasil, Leny, mencontohkan Brazil.

Baca Juga:  Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

“Ini bisa dan berhasil dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Dalam lima tahun dia (Brazil) sudah kerjakan. Memang jaraknya (pemindahan IKN Brazil) terbilang jauh dibandingkan Malaysia, yang cuma 25 kilometer. Sedangkan (Brazil) 915 kilometer,” kata perempuan berkerudung ini.

Sementara Malaysia, juga dinilai berhasil memindahkan IKN-nya dengan menggunakan skema kerja sama pembangunan yang melibatkan pihak swasta atau public private partnership (PPP).

Leny menyebut, pemindahan pusat pemerintahan Malaysia berhasil dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi, pemindahan dilakukan Perdana Menteri Mahathir Mohammad ketika Malaysia dilanda krisis. “Kondisi perekonomian Malaysia tidak sedang baik-baik saja. Makanya dia (Mahathir Mohammad) mengedepankan PPP (public private partnership) untuk pendanaannya. Berbeda dengan Brazil yang menggunakan anggaran negaranya untuk pemindahan IKN. Jadi memang pilihan kita saat ini, adalah bagaimana yang bisa kita gunakan. Untuk bisa membangun, dengan melihat dari yang ada di negara lain,” jelas Leny.

Baca Juga:  Tertarik Investasi di IKN Nusantara, Denmark Ingatkan Tak Ada Kesenjangan dengan Daerah Penyangga

Sementara itu, dalam forum yang sama, Aji Sofyan Effendi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mengatakan, jika ingin membangun IKN Nusantara dengan anggaran yang diperkirakan sebesar Rp 466 triliun, maka dalam perspektif APBN, jelas tidak memungkinkan. Karena begitu besarnya, anggaran yang dibutuhkan. Meskipun menggunakan skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears contract (MYC). “Rp 466 triliun itu baru bisa terealisir 100 persen, barangkali 10 tahun yang akan datang. Atau 15 sampai 20 tahun yang akan datang,” katanya.

Dalam lima tahun pertama, jika menggunakan anggaran PEN, juga tidak memungkinkan. Sebab, dalam UU APBN 2022, tidak mengatur bahwa dana PEN dapat digunakan untuk membiayai pembangunan IKN. Sehingga, jika pemerintah menggunakan anggaran PEN untuk pembangunan IKN Nusantara, maka dapat dipastikan terjadi pelanggaran UU APBN. “Oleh sebab itu, diskresi yang ada, tetap 19,25 persen atau 20 persen dari APBN untuk nomenklatur infrastruktur IKN,” terang dia. Anggaran 19,2 persen yang dimaksud Aji Sofyan, berasal dari jumlah keseluruhan anggaran pembangunan yang disusun Bappenas. Akan tetapi, porsi APBN yang sebelumnya diperkirakan 19,2 persen atau Rp 89,472 triliun, swasta sebesar 26,2 persen atau Rp 122,092 triliun, dan KPBU sebesar 54,6 persen atau Rp 254,436 triliun telah berubah.

Baca Juga:  Manfaatkan Pelabuhan Buluminung untuk IKN

Pemerintah telah merevisi skema rencana pembiayaan pembangunan IKN yang nantinya didominasi APBN sebesar 53,5 persen. Sementara sisanya menggunakan dana lain dari skema KPBU, swasta, dan BUMN sebesar 46,5 persen. “Soal APBN ini terang benderang. Hanya tinggal ngutak-atik angkanya. Mau 19,2 persen, mau 20 persen, atau mau jadi 54 persen itu persoalan nomor sepuluh. Yang masih abu-abu, misalnya skema KPBU dan investasi. Sudah ada 30 persen KPBU, tapi isinya itu apa? Yang bisa menjadi keuntungan negara dan bangsa,” ujarnya. Dia memberikan contoh jika ada perusahaan X dari negara X yang ingin menanamkan investasinya di IKN Nusantara sebesar Rp 100 triliun.

Akan tetapi, perlu dibahas skema pengembalian investasi tersebut. Baik melalui APBN, atau dengan potensi business to business (BTB) yang berada di episentrum IKN Nusantara itu. “Ini sebenarnya poin krusial diskusi kita. Jadi persoalan APBN dikutikdari A sampai Z, kemudian dari 19,2 persen menjadi 52 persen itu no problem menurut saya. APBN itu berlangsung jangka panjang. Yang paling besar itu adalah gabungan investasi dan KPBU,” terang dia. (riz/k16)

Tags: ikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Difabel Bontang, Setengah Mati Mencari Kerja di Kota Industri

Next Post

BPJS Jadi Syarat Urus SIM, STNK, Naik Haji, sampai Jual Beli Tanah

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.