SANGATTA- Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) serta instansi terkait terus melakukan berbagai upaya untuk merampungkan program pembangunan Pelabuhan Sangatta.
Pembangunan Pelabuhan Sangatta oleh Pemerintah Kutim terkoneksi dengan program pemerintah pusat. Tak ayal, Kutim menjadi satu-satunya daerah di Kaltim yang terpilih sebagai bagian dari jalur tol laut 8 ini.
Pelabuhan tersebut nantinya akan menghubungkan ke Surabaya (Provinsi Jawa Timur), Makassar (Provinsi Sulawesi Selatan), hingga Nunukan (Provinsi Kalimantan Utara). Melihat tenggat waktu yang semakin dekat, penyelesaian dilakukan sambil berjalan.
Wakil Bupati Kasmidi Bulang sudah menugaskan tim perwakilan dari Dishub dan Syahbandar Sangatta, untuk fokus pada penuntasan izin operasional pelabuhan agar segara terbit dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta.
“Dari hasil rapat dengan Dishub dan Syahbadar, Rabu (31/5) lalu, disepakati akan bekerja keras meyelesaikan perizinan operasional. Menjadi perhatian khusus yaitu bagaimana pelabuhan ini tidak berjalan lambat, selanjutnya lambat laun memiliki titik terang. Yaitu mengalami progres siginifikan, sembari ada lelang proyek yang ditargetkan Agustus,” kata Kasmidi.
Sedangkan untuk fokus penyelesaian, hanya causeway dengan dermaga dengan jarak 50 meter yang harus dibenahi. Guna mengejar target tol laut agar dapat dilintasi kendaraan serta tempat bersandar kapal-kapal di Kenyamukan. Sambil pengerjaan sisi darat Pelabuhan Kenyamukan dikebut, tidak lupa anggaran perlu di alokasikan untuk pembangunan sisi keamanan lintasan causeway.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Darat Dishub Failu mewakili Kadishub Ikhsanuddin Syerpi melaporkan, pihaknya dan Syahbandar rencananya segera melakukan rapat pemantapan lanjutan penyelesaian pelabuhan. Dalam agenda kegiatan ini menitik beratkan upaya merampungkan izin ke pusat.
“Melakukan koordinasi maksimal dengan syahbandar dalam pengurusan izin operasional pelabuhan sesuai arahan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, (nanti) hasilnya akan segera kami dilaporkan,” kata Failu. (hms13/drh)







