BONTANG – Pembangunan tiga sumur telah rampung dikerjakan oleh kontraktor pelaksana pada akhir tahun lalu. Meliputi sumur di WTP Berebas Tengah, WTP Bhayangkara, dan WTP Kanaan. Namun dua diantaranya belum dioperasionalkan hingga kini.
Direktur Utama PDAM Tirta Taman Suramin mengatakan ketiga sumur ini berfungsi untuk menggantikan sumur lama yang mengalami kerusakan, dua tahun lalu. Kebocoran bahan baku tak terhindarkan. Angkanya mencapai 15 persen dari total produksi sumur tersebut.
“Dua belum difungsikan. Tetapi satu kami sudah kantongi restu walaupun secara lisan yakni sumur di WTP Bhayangkara,” kata Suramin.
Penggantian sumur ini dapat meningkatkan pelayanan. Meski kapasitas produksi sejatinya tidak mengalami pertambahan. Salah satu tujuan pengoperasionalan lebih dulu untuk sumur WTP Bhayangkara ialah sebagai uji coba penyatuan tiga zona pendistribusian.
Terdapat 24 wilayah distribusi yang bakal di-merger dalam satu instalasi pengolahan air. Mencakup daerah yang sebelumnya dialiri dari WTP KS Tubun dan dua zona dari WTP Bhayangkara.
“Jadi bukan tidak mengalir selama sepekan ini. Justru ini akan mengalir tiap hari. Tetapi ada di sejumlah titik di kawasan yang lebih tinggi tekanan air yang diperoleh berpotensi lebih lemah,” ucapnya.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Karel membenarkan belum dioperasionalkan dua sumur pasca selesainya pengerjaan pembuatan. Kini, seluruhnya masih dalam masa pemeliharaan kontraktor selama satu tahun.
Ia menegaskan proyek rampung pada akhir tahun lalu. Total kapasitas mencapai 89 liter per detik. Rinciannya, sumur Kanaan 40 liter per detik, Berebas Tengah 30 liter per detik, Bhayangkara 25 liter per detik. Tertuang dalam satu paket pengerjaan.
“Kita tidak bisa langsung serahterimakan ke PDAM tanpa melepas aset dari PUPRK. Kami akan serahterimakan operasional dalam waktu beberapa hari ke depan,” ujar Karel.
Diketahui, proyek pembuatan sumur ini dikerjakan oleh CV Rahmani. Dengan nilai anggaran Rp 7,2 miliar. Bersumber dari APBD 2019. (*/ak/kpg)







