• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Pemerintah “Paksa” Maskapai Turunkan Tarif

by M Zulfikar Akbar
28 Maret 2019, 11:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Meskipun harga Avtur sudah diturunkan, nyatanya harga tiket pesawat masih banyak dikeluhkan mahal. Menko Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan “meminta” semua maskapai penerbangan, terutama Garuda Indonesia untuk segera menurunkan harga.

Sebelumnya, beredar dokumen notulensi rapat antara pihak pemerintah yang diwakili Menko Maritim dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), beberapa maskapai penerbangan dan agen travel online (OTA).

Dalam Notulensi tersebut, harga avtur yang masih mahal dikeluhkan telah berdampak pada pengurangan okupansi hotel, dunia pariwisata, serta mahalnya ongkos logistik. Luhut telah meminta pada maskapai Garuda Indonesia untuk segera menurunkan harga tiket. Permintaan tersebut tertulis bersifat perintah.

Dalam notulensi tersebut juga tertulis bahwa Luhut telah menghubungi beberapa pihak agar Perusahaan penyedia BBM PT AKR Coorporindo untuk segera mendapatkan izin untuk masuk dan beroperasi di Bandara. Bahkan tertulis juga bahwa sejak tanggal 1 April, AKR harus sudah aktif menjadi kompetitor pertamina di berbagai Bandara.

Baca Juga:  Tarif Pesawat Mahal, Jumlah Penumpang Menurun

Luhut hanya senyum-senyum saat dicecar pertanyaan mengenai kebenaran notulensi rapat tersebut selepas menerima penghargaan sebagai tokoh yang berjasa mengembangkan Industri Kelapa Sawit di Midplaza, Jakarta kemarin (28/3).

“Hasil rapatnya bagus. Nanti mereka akan melakukan Adjusmet disana sini sesuai dengan perhitungan (bisnis,Red) perusahaan mereka masing-masing,” kata Luhut saat ditanya hasil rapat dengan PHRI,Maskapai, dan Travel Agent beberapa hari sebelumnya.

Hanya saja, Luhut menolak menyebutkan beberapa detail. Beredar informasi bahwa maskapai di beri waktu seminggu untuk menurunkan harga. “Nggak seminggu, saya nggak bilang gitu. Saya bilang coba lah dilihat suasana market (Penerbanga,Red) sekarang gimana, kan harga minyak (avtur,Red) sudah diturunkan,” katanya.

Bahkan, kata Luhut berbagai insentif sudah diberikan oleh pemerintah seperti pengurangan pajak bagi maskapai. Tidak disebut sektor pajak mana yang bakal dikurangi.

Luhut juga membenarkan bahwa pihaknya berusaha mempercepat izin AKR beroperasi di bandara. Pemerintah disebutnya telah menugaskan pada Kementerian ESDM untuk memberi izin pada AKR untuk berjualan di bandara. Namun, ia menolak untuk mengkonfirmasi secara spesifik tanggal 1 April sebagai masa ijin AKR. “Mereka minta tanggal berapa, tapi saya bilang nggak usah lah lama-lama,” ujarnya.

Baca Juga:  Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Dianggap Wajar 

Sejauh ini, kata Luhut belum ada opsi perusahaan BBM lain yang akan diberi ruang.  Luhut meminta semua pihak bersabar untuk menanti kabar selanjutnya. Maskapai disebutnya akan mengadakan rapat dalam beberapa hari kedepan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menentukan penyesuaian apa saja yang bisa dilakukan untuk menurunkan harga.

Ditanya soal “perintah” itu, Luhut juga enggan memaparkan detail. “Ya intinya saya bilang saya juga ngerti uang. Jangan lah kau (maskapai,Red) bikin sampe gede-gede (mahal,Red)” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi mengenai arahan pemerintah pada maskapai untuk menurunkan harga tiket per April 2019, Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Bayu Sutanto menyebutkan bahwa hal tersebut akan dikembalikan lagi pada keputusan maskapai anggotanya.

Baca Juga:  Tarif Pesawat Mahal, Jumlah Penumpang Menurun

“Tergantung maskapai masing-masing lah. Kan mereka punya dewan komisioner selain juga manajemen yang akan memutuskan. Harga naik atau turun kan masalah keputusan bisnis atau business call,” ujar Bayu pada Jawa Pos kemarin (27/3).

Dikonfirmasikan hal tersebut pada salah satu maskapai yakni Lion Air, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang M. Prihantoro hanya menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap himbauan pemerintah.

“Lion Air Group akan menjalankan dan melaksanakan aturan dan kebijakan dari regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk keuntungan bersama serta kepentingan semua pihak,” jawab Danang singkat. Namun sayangnya, dia enggan menjawab pertanyaan tentang bagaimana skema adjusment yang akan dilakukan Lion Air mengenai himbauan penurunan tarif tiket pesawat. (tau/agf/jpg)

Tags: Tarif Pesawat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Badak LNG Raih The Best Indonesia Green Awards 2019, Hebat Kelola CSR dan Lingkungan

Next Post

Nama Bayi-Bayi ini Pakai Nama Capres-Cawapres, Ini Harapan Orang Tuanya

Related Posts

Imbas Naiknya Harga Tiket Pesawat, Biaya Perjalanan Dinas Bengkak
Nasional

Tarif Pesawat Mahal, Jumlah Penumpang Menurun

27 Januari 2019, 16:29
Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Dianggap Wajar 
Kaltim

Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Dianggap Wajar 

14 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.