• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Pemilu Nasional dan Daerah Dipisahkan, DPRD Bontang Soroti Dampak ke RPJMD

by Redaksi Bontang Post
30 Juni 2025, 17:35
in DPRD Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Anggota DPRD Bontang Ubayya Bengawan. (Humas Setwan)

Anggota DPRD Bontang Ubayya Bengawan. (Humas Setwan)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemilu nasional dan pemilu daerah dilakukan terpisah. MK mengusulkan pemungutan suara nasional dan daerah diberi jarak maksimal 2 tahun 6 bulan.

Keputusan ini memicu kekhawatiran akan adanya kekosongan jabatan kepala daerah. Hal ini dibahas dalam Rapat Kerja Pansus DPRD Bontang bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, Senin (30/6/2025).

Persamuhan tersebut membahas Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ketua Pansus Ubayya Begawan mempertanyakan acuan RPJMD jika kepala daerah baru dilantik pada 2031. “RPJMD saat ini hanya berlaku sampai 2030,” kata Ubayya.

Kata dia, regulasi apa yang akan mengisi kekosongan kepala daerah selama masa jeda tersebut. Menanggapi itu, Kepala BPKAD Kota Bontang, Sonny Suwito menjelaskan pasti ada ruang untuk perubahan RPJMD jika ada kebijakan nasional baru.

Baca Juga:  Pasar Rawa Indah Akan Beroperasi, DPRD Bahas Pembagian Lapak Pedagang

“Jika kekosongan jabatan terjadi, dua opsi bisa diambil,” ungkapnya.

Dalam forum itu, pertama kata dia, merubah RPJMD. Kedua, menunggu regulasi baru dari pemerintah pusat. Menurutnya, regulasi baru akan menjadi dasar hukum pelaksanaan pembangunan di masa transisi.

Dia juga mencontohkan kejadian serupa di beberapa daerah pada 2022. Kala itu, kepala daerah yang habis masa jabatannya digantikan penjabat (Pj).

Daerah juga diminta menyusun Rencana Pembangunan Daerah (RPD) sebagai dokumen transisi. “Kemungkinan RPD membantu kelanjutan pembangunan masa jabatan kepala daerah kosong,” solusinya.

Lanjutnya, dalam RPJMD Bontang 2025-2029 sudah mengantisipasi perubahan kepemimpinan yang diarahkan hingga 2030 sebagai antisipasi. Namun, keputusan MK membuat jadwal pelantikan kepala daerah mundur ke 2031.

Baca Juga:  Insentif Guru Bontang Naik Jadi Rp1,5 Juta, Mulai Berlaku 2027

BPKAD akan mengikuti regulasi terbaru dari Kementerian Dalam Negeri. “Jika perlu, Bontang akan menyusun RPD sebagai dokumen transisi,” pungkasnya. (*)

Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pulau Kedindingan Bontang Akan Disulap Jadi Sentral Wisata dan THM, Wakil Wali Kota: Seperti Gili Trawangan

Next Post

Akuisisi Klub Jatim, Persikutim United Jadi Wakil Kaltim di Liga 3

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.