“Orang kalau memakai helm tidak mengurangi kegagahan maupun kecantikannya kok, justru barang ini menyelamatkan pengendara,” Basri Rase – Wakil Wali Kota Bontang.
BONTANG – Sebanyak 500 helm gratis dibagikan oleh Pemkot Bontang melalui Dinas Perhubungan (Dishub), kemarin (30/1) di simpang empat RS Amalia. Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase yang ikut membagikan helm gratis ini mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dalam berkendara.
“Orang kalau memakai helm tidak mengurangi kegagahan maupun kecantikannya kok, justru barang ini menyelamatkan pengendara,” kata Basri.
Kegiatan ini menyasar kepada pengendara yang membawa anak. Namun, anak tersebut tidak menggunakan helm. Pembagian dimulai dari pukul 06.30 hingga 08.30 Wita.
Imbauan juga diberikan langsung kepada penerima helm untuk terus menggunakan helm saat berkendara. Entah itu dalam jarak tempuh dekat maupun jauh sekalipun.
“Dipakai ya nak helmnya, biar selamat saat naik motor baik ke sekolah maupun ke mana saja,” tutur Basri kepada salah satu pengendara.
Pembagian ini tidak akan behenti di tahun ini saja. Dikatakannya, program ini akan berkesinambungan tiap tahunnya. Meskipun demikian, terkait anggaran yang digelontorkan oleh Pemkot Bontang berkenaan pengadaan barang tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Bontang ini enggan mengutarakanya.
Adapun 500 helm terbagi atas dua jenis. Sebanyak 250 helm dikhususkan untuk anak, sementara 250 unit dibagikan kepada orang dewasa.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono memberikan apresiasi atas terselenggarakannya program pembagian helm gratis ini. Dengan adanya kegiatan ini maka kesadaran masyarakat terkait tertib berlalu-lintas akan meningkat.
“Ini bentuk kerja sama yang baik antara Dishub dengan Polres Bontang,” kata AKP Irawan Setyono.
Selain itu, program ini berfungsi untuk menekan fatalitas kecelakaan. Perwira berpangkat balok tiga ini menuturkan pentingnya fungsi helm, dampak jika tidak menggunakan maka berdampak fatal. Mengingat kepala merupakan organ yang sangan rawan terkena benturan. Berdasarkan data, di tahun 2017 terdapat 17 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, dari total 125 kejadian kecelakaan.
“Sekitar 20 persen korban kecelakaan lalu lintas tidak menggunakan helm, tetapi itu sangat fatal karena korban kalau tidak luka parah ya meninggal dunia,” tukasnya. (*/ak)







