bontangpost.id – Wali Kota Bontang Basri Rase berencana melakukan pengadaan mobil listrik besar-besaran di Kota Bontang.
Disebut besar-besaran sebab kebijakan tersebut, kata Basri tidak hanya diterapkan di lingkungan Pemkot Bontang saja. Melainkan wajib diterapkan oleh semua perusahaan besar di Bontang. Misalnya PT Pupuk Kaltim, Badak NGL, dan PT KPI.
“Perusahaan yang saya sebutkan itu sudah membeli mobil listrik. Kecuali Badak NGL. Karena mereka baru tahun depan menerapkannya,” ucapnya kepada redaksi bontangpost usai menghadiri kegiatan di SMP Negeri 1, Senin (24/7/2023).
Dijelaskan Basri, kebijakan tersebut kekeh ia gaungkan sebab menurutnya, sebagai Kepala daerah wajib menjalankan program yang mendukung pelestarian lingkungan. Utamanya agar mengurangi polusi dan emisi.
Terlebih adanya regulasi yang termaktub dalam instruksi Presiden (INPRES) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
“Penyumbang emisi terbesar itu dari kendaraan juga. Makanya saya berkomitmen untuk mendukung program penggunaan mobil dan motor listrik,” sambungnya.
Sebagai bentuk komitmennya, Basri bilang Pemkot Bontang melakukan pengadaan dua mobil listrik melalui anggaran APBD Perubahan tahun ini. Bahkan, mobil dinas yang usianya di atas empat tahun yang dimiliki PNS Bontang secara bertahap bakal diganti menggunakan mobil listrik.
“Tahun ini dua unit dulu. Pokoknya mobil yang sudah tua akan kami alihkan menggunakan mobil listrik semua. Pemerintah Kota Bontang itu harus memberikan contoh dulu. Setelah itu nanti akan diikuti oleh instansi vertikal dan masyarakat,” bebernya.
Disinggung mengenai anggaran yang bakal digelontarkan, Basri tidak menyebutkan nominal secara gamblang. Kendati demikian, satu unit mobil listrik ia pastikan harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan mobil yang menggunakan BBM.
“Memang harganya mahal kalau baru pertama beli. Tapi, biaya perawatannya murah. Karena konsepnya kan ramah lingkungan,” sebutnya.
Ia berharap, kebijakan yang diambil pemerintah bisa dicontoh masyarakat. Paling tidak berlaih menggunakan motor listrik.
“Dengan adanya program ini sebagai bentuk kampanye dan sosialisasi lingkungan ke masyarakat. Semoga bisa diterapkan juga,” harapnya. (*)







