BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang memilih langkah efisiensi di tengah kondisi keuangan daerah yang ketat. Hal ini menyusul ketidakpastian kurang salur dana transfer dari pemerintah pusat serta melesetnya perhitungan sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp150 miliar.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, rencana pengadaan mess di Jakarta pada tahun ini dipastikan ditunda.
“Itu masuk program yang kami bintangi tahun ini,” kata Neni.
Menurutnya, keberadaan mess di Jakarta sebenarnya sangat dibutuhkan, mengingat warga Bontang kerap memanfaatkan fasilitas tersebut saat berada di ibu kota.
“Jadi kami akan pakai skema sewa lagi, tetapi tempatnya baru dan lebih murah,” ujarnya.
Neni belum merinci lokasi bangunan baru yang akan dijajaki. Sebelumnya, pengadaan mess bertujuan untuk efisiensi anggaran karena bangunan lama menghabiskan biaya sewa sekitar Rp500 juta per tahun.
“Memang bangunan lama itu kamarnya banyak,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemkot Bontang juga telah melakukan survei bangunan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Namun, bangunan tersebut diketahui telah digunakan pihak lain.
Survei tersebut dilakukan sejak tahun lalu. Bangunan yang ditinjau memiliki konsep dua lantai, meski dari bagian depan tampak seperti satu lantai. (ak)







