• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pemkot Tak Ingin Berutang Lagi ke Rekanan, Klausul Baru Antisipasi Rasionalisasi Anggaran

by BontangPost
18 Juli 2017, 12:54
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
BERI PENJELASAN: Kabag ULP Amiruddin (paling kiri), didampingi Indra Nopika Wijaya Kasubag Pengadaan Konstruksi (tengah), dan Andi Hasanuddin Akmal  Sekretaris ULP (kanan) menjelaskan klausul baru yang sempat dipersoalkan sejumlah kontraktor.(NUGRAH/BONTANG POST)

BERI PENJELASAN: Kabag ULP Amiruddin (paling kiri), didampingi Indra Nopika Wijaya Kasubag Pengadaan Konstruksi (tengah), dan Andi Hasanuddin Akmal  Sekretaris ULP (kanan) menjelaskan klausul baru yang sempat dipersoalkan sejumlah kontraktor.(NUGRAH/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

“Walaupun pusat sudah keluarkan perpres (Peraturan Presiden) semisal tentang alokasi anggaran, karena kami sudah ketergantungan migas, kadang yang sudah dijanjikan ternyata realisasinya tidak sesuai,” Amiruddin , Kepala Bagian ULP Pemkot Bontang

BONTANG – Klausul baru dalam dokumen lelang bidang konstruksi di situs lpsebontangkota.go.id yang  disoal sejumlah kontraktor terjawab.  Itu dilakukan untuk mengantisipasi manakala adanya rasionalisasi anggaran atau transfer dana yang berkurang dari pusat.

Imbauan ini sejatinya memudahkan  calon penyedia jasa yang akan melakukan penawaran agar  tidak merasa dirugikan, sekaligus agar Pemkot tidak berutang ke kontraktor seperti 2016 lalu.

Kepala Bagian Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) Pemkot Bontang Amiruddin saat ditemui di ruangannya, Senin (17/7)  menuturkan , APBD Bontang sangat tergantung dengan dana perimbangan, otomatis jalannya pembangunan sangat ditentukan dari  besar atau kecilnya kucuran dana dari pusat.

Baca Juga:  Pemkot Sambut Kapal KM Egon

“Walaupun pusat sudah keluarkan perpres (Peraturan Presiden) semisal tentang alokasi anggaran, karena kami sudah ketergantungan migas, kadang yang sudah dijanjikan ternyata realisasinya tidak sesuai,” ungkapnya.

Paling tidak, kata dia pelelangan bidang konstruksi  dapat dilakukan terlebih dahulu minimal telah mendapat persetujuan dari DPRD walaupun belum ditetapkan dengan tenggat waktu sepuluh bulan, sembari menunggu kepastian anggaran. Namun apabila anggaran tidak tersedia praktis kegiatan tidak akan dilanjut.

“Jelas di dokumen lelang itu ada penjelasannya, tergantung  rekanan  kalau misalkan dia bersedia dan mampu ya silahkan ikut, kalau tidak ya tidak usah ikut  karena kami juga mengejar waktu,”ungkapnya.

Amir menjelaskan, apabila pekerjaan tengah berjalan seperti tahun lalu namun tiba-tiba terjadi defisit anggaran, otomatis pihaknya akan menyetop anggaran. Kontraktor pun tak memiliki kewenangan untuk menuntut. Ia mengaku dalam  dokumen klausul baru tersebut tidak menjelaskan apabila terjadi defisit anggaran.

Baca Juga:  Neni Resmikan Klinik “Smart Kids” dan Ruang Operasi RSIB

Ada dua opsi yang bisa dilakukan, pertama Pemkot akan membayar sesuai pekerjaan yang dilakukan atau meneruskan pekerjaan tapi pembiayaan seluruhnya oleh pihak rekanan, dimana pembayaran akan dilakukan pada tahun berikut.

“Sama seperti tahun  lalu, ya kami kembalikan lagi ke OPD-nya, di ULP hanya proses lelangnya. Kami akan melakukan percepatan proses lelang. Yang dipermasalahakan oleh teman-teman kontraktor kalau seandainya proses lelang telah terjadi dan penganggaran tidak tersedia, jadi proses lelang tidak kami lanjutkan,” pungkasnya.

Kasubbag  Pengadaan bidang konstruksi  ULP Indra Nopika Jaya menambahkan, munculnya klausul baru pihaknya berpedoman pada pengalaman tahun lalu. Proses lelang sedang berjalan tiba-tiba ada instruksi untuk rasionalisasi anggaran lantaran darurat anggaran APBN yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca Juga:  Apresiasi Pemkot Tunda Jalan Lingkar, Komisi I Minta Gaji Honorer Naik 

“Berimbas ke provinsi Bankeu ini juga otomatis ke APBD yang tergantung dana bagi hasil yang terlambat transfe. Otomatis kita mengubah sistem pembiayaan pembanguan di Kota Bontang. Makanya munculnya ini sebagai antisipasi, karena kondisi anggaran kita masih bisa goyang. Karena belum ada kepastian,” terangnya.

Sementara, Andi Hasanuuddin Akmal Sekretaris ULP meminta kepada calon penyedia jasa jika merasa keberatan di penjelasan langsung menanyakan. Selama ini kata dia, calon penyedia jasa tidak pernah bertanya, lantas mengeluarkan statemen di media sosial.

“Kalau ada keberatan itu disampaikan setelah mendaftar di LPSE. Nyatanya teman-teman itu tidak ada pertanyaan sama sekali, toh pada saat kita umumkan dan tidak menerima hasil keputisan teman-teman bisa menyanggah kita kasih waktu paling lama lima hari,” ungkapnya. (*/nug)

Tags: Klausul Kontrakkontraktorpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

SMAN 1  Gelar PLS, Diisi Sosialisai, Permainan, dan Demo Ekstrakurikuler 

Next Post

APBD Bontang Diprediksi Naik Jadi Rp 1,1 Triliun

Related Posts

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53
Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat
Pemkot Bontang

Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat

25 Agustus 2026, 16:05

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.