• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Pemuda Dulu dan Sekarang

by M Zulfikar Akbar
6 November 2017, 06:00
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Muh Zikrillahil Azhim

Muh Zikrillahil Azhim

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muh Zikrillahil Azhim (Putra Sangkulirang, Kutim)

Berbicara tentang pemuda berarti berbicara tentang semangat. Berbicara tentang pemuda berarti  berbicara tentang sebuah harapan baru yang lebih baik. Berbicara tentang pemuda berarti juga berbicara mengenai masa depan sebuah bangsa.

86 tahun silam, sebuah peristiwa besar terjadi di bangsa ini. Pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta dilaksanakan Kongres Pemuda II, sebuah ikrar suci dengan gagahnya diucapkan para perwakilan pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia yang menjadi salah satu tonggak perjuangan yang amat penting yakni membentuk bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Kini hari itu dikenang dengan hari sumpah pemuda. Sebuah  ikrar yang memberikan sebuah harapan baru di tengah penjajahan kolonial Belanda saat itu yang begitu keji menjajah tanah air ini.

Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. Ketika memperebutkan kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno (orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan keinginan rakyat.  Pemuda akan selalu menjadi people make history (orang yang membuat sejarah) di setiap waktunya.

Baca Juga:  Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa. Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar dalam perubahan sosial. Secara kuantitatif, sekitar 30-40 persen pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.

Saya melihat bahwa pemuda akan lebih bersifat kreatif untuk melakukan pergerakan ketika kondisi atau suasana di sekitarnya mengalami kerumitan, terdapat banyak masalah yang dihadapi yang tidak kunjung terselesaikan.

Di satu sisi, ketika suasana di sekitarnya terlihat aman dan tentram tidak ada masalah serius yang dihadapi, pemuda akan cenderung diam atau pasif, tidak banyak berbuat, lebih apatis  dan mempertahankan kenyamanan yang dirasakan. Padahal baik dalam kondisi banyak permasalahan ataupun kondisi tanpa masalah serius, pemuda dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih produktif dan lebih kreatif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk bangsa yang lebih baik.

Namun sangat disayangkan, perilaku pemuda masa kini tampaknya tidak banyak yang mencerminkan arti dan semangat sumpah pemuda. Para pemuda kini banyak yang terlena oleh kemerdekaan dan kemajuan teknologi. Akibatnya, para pemuda lebih banyak terlena oleh perilaku hedonisme, acuh terhadap bangsa, bahkan cenderung tak lagi menghargai Indonesia sebagai bangsanya dengan secara tidak sadar lebih mencintai budaya negara lain dan berprilaku dan berbudaya asing seperti K-Pop, Cosplay dan kebarat-baratan.

Baca Juga:  Negara Perisai Keluarga Muslim

Tidak hanya itu, pemuda sekarang juga banyak yang mulai melupakan sejarah bangsa. Contohnya saja peristiwa sumpah pemuda. Meskipun setiap tahun diadakan upacara peringatan sumpah pemuda, tampaknya pemuda sekarang tak banyak yang memahami makna dan roh sumpah pemuda tersebut. Peringatan sumpah pemuda pun tak lebih dari sekedar seremoni belaka. Makanya, tidak mengherankan jika pada akhirnya banyak pemuda yang tak lagi mengingat apa isi sumpah pemuda.

Pertanyaanya adalah, jika nilai sejarah sudah tak lagi terjaga, bagaimana bisa membangun Indonesia di tengah kerasnya persaingan global? Adat dan budaya asli Indonesia pun akhirnya mulai ditinggalkan, bergeser ke adat Barat yang cenderung liberal tanpa etika. Pun begitu dengan bahasa.

Tidak banyak lagi orang yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam pergaulan sehari-hari. Kalaupun ada, orang tersebut mungkin malah dianggap aneh dan dikucilkan dari lingkar pergaulannya. Pemuda sekarang lebih menyukai menggunakan bahasa gaul yang sarat akan campuran dengan bahasa Inggris atau asing lainnya.

Kehidupan yang mengutamakan dunia, bermewah-mewahan dan bebas telah menyeret para pemuda masuk ke dalam lubang yang rendah tanpa identitas, hilangnya kerangka berfikir serta dangkalnya pemikiran yang akan menyebabkan seorang pemuda langsung menerima informasi yang disampaikan tanpa ada pemilihan dan penilaian terlebih dahulu terhadap apa yang disampaikan.

Baca Juga:  Negara Perisai Keluarga Muslim

Kontribusi anak muda dalam pembangunan nasional memang tidak harus tampak dari segi fisik, tetapi bisa dari segala hal. Mulai dari prestasi akademik hingga yang bersifat olahraga. Pemuda harus memberikan usaha terbaiknya sebagai bentuk bakti pada bangsa.

Selain itu, pemuda harus mampu menciptakan pengaruh yang besar dalam pembaharuan dan kemajuan ekonomi. Hal ini tentunya harus didukung oleh peran aktif serta keterbukaan dari pemerintah, jika memahami betapa besarnya peran pemuda tersebut sudah selayaknya pengembangan dan pemberdayaan kaum muda harus terus dilakukan. Terutama melalui program-program yang tepat dan terarah, sehingga diharapkan dapat menghasilkan bibit yang unggul, guna kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Sehingga peran pemuda yang dirasa penting tersebut juga perlu mendapat apresiasi lebih dari pemerintah.

Sudah waktunya pemerintah mulai memberikan perhatian khusus bagi tulang punggung bangsa di masa mendatang dengan memberikan beasiswa, pelatihan, penghargaan, dan hal lain yang mampu memotivasi perkembangan pemuda Indonesia. Itu semua akan berdampak positif bagi kemajuan bangsa. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatanPemuda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Empat Hari, 220 Pelanggar Terjaring

Next Post

SMA Vidatra Tampil Memukau Penonton

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan, Polisi Ringkus 24 Tersangka Narkoba, Kasus Terbanyak di Bontang Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.