bontangpost.id – Permasalahan banjir yang sudah menahun menjadi salah satu fokus dalam Musrenbang, Selasa (21/3/2023).
Pemerintah Kota Bontang berkomitmen untuk lebih serius mengatasi masalah banjir. Mengingat penyebab bukan hanya banjir lokal, namun juga karena banjir kiriman. Maka dari itu, akan direncanakan pembangunan polder di Kelurahan Gunung Telihan.
Polder sebagai pengendali banjir diharapkan mampu mengurangi banjir. Kendati demikian, hal ini juga dipengaruhi oleh pembangunan bendali di Suka Rahmat yang diharapkan bisa mengurangi banjir hingga 40 persen.
“Dikhawatirkan jika banjir bukan hanya karena curah hujan tinggi, namun ditambah kiriman dari luar daerah dan air laut pasang. Jadi akan disegerakan untuk penanganannya (banjir),” bebernya.
Basri juga menegaskan pada OPD terkait seperti Dinas PUPRK untuk membuat rancangan dan rencana untuk memastikan air rob bisa sampai ke laut dan tidak menggenang.
Selain itu, pembangunan waduk di kanaan juga jadi salah satu cara menangani banjir. Diproyeksikan, waduk tersebut dapat menampung sekira 30 persen air kiriman. Sehingga diharapkan dengan adanya waduk serta polder, mampu mengurangi intensitas dan debit air yang akan mengalir melalui sungai-sungai di Bontang.
“Banjir menjadi prioritas kami saat ini. Termasuk kebutuhan pembelian sarana dan prasarana yang menunjang,” katanya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak membuat rumah-rumah di bantaran sungai. Pasalnya banyak masyarakat yang membuat pancang di pinggir sungai. Sehingga menyulitkan pemerintah untuk melakukan penanggulangan banjir.
“Semoga dengan keseriusan pemkot yang didukung bantuan dari provinsi, rencana ini bisa dilaksanakan semaksimal mungkin,” tutupnya. (*)







